Hal yang tidak diduga, ketika mas Keis ditanya oleh coach “Keis mau ikut lomba memanah se-Jabodetabek apa enggak ?” dan mas Keis tanpa ragu menjawab “mau coach“. Padahal beberapa hari yang lalu, mas Keis mulai mengeluh sudah bosan berlatih panah dan minta untuk ganti ke kursus robotika.

Target Board – Bekasi Archery Competition 2016

Dengan semangat meskipun persiapan tidak intensif, sesuai arahan coach semua atlet harus datang tepat pukul 7.00 di stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, stadion yang menjadi kebanggaan warga Bekasi karena kini Bekasi memiliki stadion taraf Internasional.

Satu jam sudah berlalu, para atlet belum juga bertanding, bahkan upacara pembukaan pun belum mulai, “Pak walikota masih dalam perjalanan, tolong adik-adik siswa SMP dan SMA bisa berbaris rapih di sisi kiri panggung dan para atlet di sebelah kanan panggung” demikian arahan pembawa acara yang bicara lantang dengan gema sound system ratusan watt.

Hingga jam 9 kurang upacara belum juga mulai, coach klub Synergy Archery memutuskan untuk atlet tidak usah mengikuti upacara pembukaan, khawatir jadi kelelahan, jadi para atlet klub Synergy Archery berkumpul di ruangan bawah tribun untuk mendapatkan penjelasan sistem penilaian.

Coach Anas menjelaskan aturan penilaian

Keis yang merupakan pengalaman pertama bertanding, sangat antusias mendengarkan penjelasan coach Anas “Setiap babak akan mendapatkan 6 buah anak panah, dan memiliki waktu tembak 4 menit, jadi nanti jangan terburu-buru, bidik dengan tenang, dan atur nafas di setiap anak panah, karena cuaca cukup panas, jadi butuh stamina yang baik“.
Keis ikut kelas 5 meter sekolah dasar putra, dan setelah selesai upacara pembukaan panitia masih melanjutkan persiapan, dan akhirnya sesi pertama adalah kelas 5 meter sekolah dasar putri dan 10 meter sekolah dasar putra, sehingga Keis masih harus menunggu. Keis lanjut bermain, abi menghilangkan bosan dengan ambil beberapa foto peserta sesi pertama.

480 anak panah terhempas

Babak pertama sudah dimulai, 480 anak panah telah dihempaskan, membuat merinding membayangkan perang uhud dimana pasukan pemanah menjadi andalan, dan kini ada di depan mata.

Seorang atlet melakukan proses scoring

Mohon tidak untuk mencabut anak panah sebelum betul-betul yakin sudah memasukan nilai ke score board, sebelum mencabut mohon untuk menandai posisi anak panah menggunakan pulpen, para scorer mohon membantu atlet dan para atlet mohon saling merevisi satu sama lain, karena sportifitas adalah yang utama” pembawa acara tak bosan mengingatkan para atlet di setiap babaknya, karena momen scoring adalah momen yang kritikal.

Wasit pertandingan melakukan pengecekan dan memutuskan

Jika terjadi keraguan ketika scoring mohon segera mengubungi wasit pertandingan yang menggunakan seragam berwarna broken white” lanjut pembawa acara mengarahkan para atlet dan scorer. Ketika posisi anak panah ada diantara 2 posisi range nilai, maka wasit akan melakukan cek menggunakan kaca pembesar, memutuskan nilai dan barulah scorer akan memasukan nilai atlet ke score board.

Srikandi muda semangat mencabut anak panah

Setelah selesai scoring, maka para atlet akan mencabut anak panah yang menempel pada papan target, para srikandi muda meskipun kesulitan mencabut anak panah dari papan target, namun mereka tetap semangat hingga anak panah terlepas dan siap untuk dihempaskan pada babak selanjutnya.

Penantian Mas Keis akhirnya tiba, coach meminta atlet sesi kedua kelas 5 meter putra dan 10 meter putri sekolah dasar diminta bersiap-siap karena sebentar lagi akan mulai bertanding.

Pembalut luka untuk pelindung jari

Mas Keis mulai bersiap dengan memasang pelindung jadi yang sebenernya adalah pembalut luka, agar jari tidak lecet saat menarik busur panah.

Sebelum turun ke lapangan untuk bertanding, para atlet harus mendaftarkan dan melakukan verifikasi alat yang digunakan baik busur maupun anak panah, setelah terverikasi maka busur akan di tempel stiker sebagai bukti telah dilakukan pengecekan.

Mas Keis membidik target

Dan akhirnya Mas Keis bertanding pada pukul 11.15, tengah hari bolong, dimulai dengan 2 babak percobaan untuk mengenal kondisi lapangan. Hasilnya 2 anak panah mas Keis out of target, Mas Keis sempet cemberut, dengan sedikit motivasi semangat Mas Keis bangkit kembali dan siap bertanding.

Mas Keis scoring

Alhamdulillah learning curve Mas Keis meningkat di setiap babaknya, dan puncaknya adalah di babak ke-3 dan ke-4. Juara memang bukan menjadi target utama, namun pengalaman bertanding dan suasana kompetisi adalah pelajaran berharga bagi Mas Keis.

Senyum bahagia mas Keis di babak terakhir pertandingan

Alhamdulillah di akhir pertandingan Mas Keis mencapai nilai 254 point, memuaskan untuk pertandingan perdana, dan yang paling menyenangkan adalah melihat Mas Keis masih semangat dan masih tersenyum.

img_3840
Srikandi muda memberikan dukungan kepada atlet satu klub

Hingga akhir pertandingan perut mulai terasa keroncongan, dengan percaya diri saya nyamperin coach dan bertanya “coach konsumsinya bisa diambil di mana ya ?” dan coach tersenyum tersipu malu dan menjawab “ga dapet pak“. (Dhy)

Bekasi Archery Competition 2016

Post navigation


3 thoughts on “Bekasi Archery Competition 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *