Food photography sampai saat ini menjadi satu tema yang cukup berat bagi saya, setiap baca artikel tentang teknik food photography luar biasa rumit dan luar biasa detail. Sebelumnya, saya sempat menulis tentang tips foto produk menggunakan ponsel, karena ada seorang ibu yang ingin moto kue dagangannya dengan menggunakan ponsel-nya, dalam artikel tersebut saya buat sangat sederhana dengan dasar teknik arah cahaya alami.

Alhasil seminggu kemudian, ibu tersebut mencoba membuat beberapa foto dan mengeluh “Mas, saya belum bisa dapet gambar yang bagus nih, saya mau ngasih Keis kue, besok saya anter ke rumah ya” bahasa kode untuk minta tolong kue-nya di fotoin.

Akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba membuat foto kue, dengan peralatan seadanya, dengan lensa 50 mm dan cahaya alami di depan rumah, akhirnya saya mulai mencoba membuat foto pertama, foto dilakukan sekitar jam 8 pagi, cahaya masih cukup lembut, yang di halangi oleh daun-daun pohon mangga di depan rumah, jadilah foto ini, saya pilih cangkir teh yang agak klasik.

PicsArt_04-23-05.34.00

Belum puas dengan hasil foto yang tadi, ketika di rumah mbah uti, seperti biasa saya ambil nampah rajutan bambu, talenan katu, dan cangkir teh poci milik mbah uti, dan saat cek kulkas, ternyata ada stok cuah cherry lengkap dengan batangnya, foto diambil sekitar jam 4 sore, tidak lama setelah gerimis reda, jadilah foto di atas.

PicsArt_04-23-05.38.22

Sesi terakhir saya mencoba dengan menurunkan exposure value ke nilai -2/3 stop, dan hasilnya seperti foto di atas. Tidak lama ada yang tanya “itu teh apaan..? koq pekat banget..?”.

Salah satu kebiasaan buruk saya adalah, tempur dulu baru belajar teori, selesai 2 sesi foto, lihat hasil di laptop, barulah saya browsing di YouTube tentang teknik blocking cahaya, white card, black card, filling dan reflector card, wow masih jauh panggang dari api, masih perlu banyak hal yang harus dipersiapkan untuk sebuah sesi foto makanan yang sempurna. Jangan takut membuat foto jelek, jangan pernah takut untuk mencoba, jangan pernah lelah untuk belajar. (Dhy)

 

 

Berani Belajar Food Photography

Post navigation


4 thoughts on “Berani Belajar Food Photography

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *