Sabtu pagi jadwalnya liburan ke rumah mbah uti, dari rumah mbah uti di Bekasi Timur lanjut ke rumah mbah uti di Bekasi Barat. Hari ini juga jadwal maintenance badan, sudah di rencanakan dari kemarin hari ini akan bekam di Rumah Sehat HPAI yang ada di jajaran ruko Blu Plaza Bekasi Timur.

Dalam perjalanan dari rumah mbah uti di Bekasi Barat menuju Blu Plaza di Bekasi Timur, melewati jalur Kalimalang, Metropolitan Mol, Lanjut ke arah Poncol, tak sengaja melihat ke sisi kiri di terlihat ada sepeda MTB tua berwarna abu-abu dipadu skotlet biru terparkir menyender di pinggir jalan, refleks mata melihat detail decal dan ternyata benar bertuliskan Federal, langsung saja mencari U-Turn untuk putar balik menuju tempat sepeda Federal bersandar.

Sepeda Federal di Pinggir Jalan
Sepeda Federal di Pinggir Jalan

Langsung menuju bengkel motor kecil di pinggir jalan dan bertanya kepada seorang lelaki yang memiliki karakter wajah sangat kuat :

Dhy : “Bang, tau yang punya sepeda ini ga ?”
Abang Bengkel : “Emang kenapa ?”
Dhy : “Sepeda nya mau di jual ga bang ?” (sambil senyam senyum sok akrab)
Abang Bengkel : “Wadduh, enggak mas, itu sepeda buat saya pake, saya ga ada sepeda lagi” (wajah abang mulai teihat senyum dengan raut wajah yang mulai melembut)
Dhy : “Ya nanti uangnya buat beli lagi bang”
Abang Bengkel : “Sepeda yang baru mahal bang, saya ga kuat beli lagi, lagian kenapa abang mau beli sepeda ini, yang barukan banyak yang lebih bagus ?”

Sejenak abang bengkel terdiam, lalu melanjutkan :
“Sepeda ini banyak kenangannya mas, makanya saya ga mau jual sepeda ini, dari SMP saya sudah dikasih sama kakak saya, disuruh pake buat sekolah, sampe sekarang saya masih pake, kakak saya sekarang udah meninggal, jadi saya rawat terus sepeda ini”

Sepeda Federal Peninggalan Kakak Bang SAka
Sepeda Federal Peninggalan Kakak Bang SAka

Dari hampir 4 orang yang saya tawar sepeda Federal nya, kesemuanya enggan menjual karena sepeda Federal mereka memiliki kenangan yang mendalam. Dan pengalaman kali ini memdapati cerita yang luar biasa di balik sepeda Federal berwarna abu ini. Kemudian saya ketahui bahwa abang bengkel tersebut bernama Saka, lelaki berusia 36 tahun lulusan SMP Negeri 2 Bekasi. Setelah saya memperkenalkan diri dan menyebutkan tempat tinggal, dalam obrolan kami Bang Saka menyebutkan nama teman sekolahnya semasa SMP yang ternyata adalah tetangga mbah Uti nya Keis, seolah Bekasi ini sangat sempit, hubungan pertemanan ada di sekitar kita.

Diakhir obrolan kami saling bertukar nomer telpon dan Bang Saka bilang “Nanti saya kabarin lagi deh mas, atau kalo ada temen yg mau jual juga saya kabarin”. Uniknya berburu sepeda tua langsung dari pemakai bukan dari pedagang adalah ada sejuta cerita di sebuah sepeda dan sejuta cerita di setiap kayuhan pedal sepeda. (Dhy)

Berburu Sepeda Federal di Bekasi

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *