Andri, Chintya dan Bintang, profil keluarga Punk yang sedang asik menghadiri konser amal penggalangan dana untuk rakyat Palestina, acara yang digelar di Mol Sumarecon Bekasi, menghadirkan beberapa artis diantaranya adalah Band Wali dan Opik. Setelah menyerahkan dana donasi yang disisihkan Andri dari hasil penjualan kaos bertema perjuangan rakyat Palestina, Andri meminta kepada pihak KNRP untuk bisa berfoto bersama dengan penyanyi religi Opick yang terkenal dengan lagu tombo ati.

Andri menyehkan dana donasi untuk Palestina kepada KNRP
Andri menyehkan dana donasi untuk Palestina kepada KNRP

Andri dan Chintya menikah pada akhir tahun 2014, pernikahan yang jauh dari kata mewah dan hura-hura, jika di luar sana ada berjuta lelaki jomblo yang menunda pernikahan dengan alasan belum memiliki biaya untuk acara resepsi pernikahan dan juga belum memiliki keberanian untuk memenuhi kebutuhan istri dan keluarganya kelak, hal ini sangatlah klasik jika dipandang dari kehidupan keluarga Punk yang satu ini.

IMG_1186
Andri & Opick – Pekerja seni yang religius

Andri melangsungkan pernikahan tanpa membutuhkan resepsi mewah, tak ada angka puluhan juta bahkan ratusan juta untuk pesta pernikahan, tak ada janur kuning, tak ada tenda, tak ada gedung berhias karpet merah, semua berlangsung dengan khidmat dan sederhana. Chintya yang sudah lama mengenal Andri, juga sering ikut dalam berbagai acara musik Punk, yakin bahwa dirinya akan menikah dengan Andri. Keyakinannya di wujudkan dengan kerelaan Chintya untuk bersyahadat dan merubah status menjadiseorang muslimah sebelum menikah dengan Andri. Hal ini berjalan dengan lancar, orang tua Chintya pun memberikan kepercayaan kepada Andri, bahwa kelak Andri mampu membimbing Chintya menjalani kehidupan keluarga dengan agama yang kini diyakini Chintya, yaitu agama Islam.

Setelah mendapat restu untuk mengiman agama Islam, dan untuk menikah dengan Andri, Adnri dan Chintya pun memutuskan untuk pergi ke Kantor Urusan Agama (KUA) di Bekasi Utara untuk melangsungkan pernikahan, namun ada satu hal yang belum diantisipasi oleh Andri, ternyata untuk menikah di KUA harus menghadirkan saksi, dan Andri tak hilang akal, teman Punk yang mengantarnya ke KUA, yang saat itu sedang asik makan Mie di warung kopi pun dipanggil Andri, dan diminta menjadi saksi pernikahan mereka di KUA, Alhamdulillah pernikahan pun berlangsung dengan lancar.

Bintang yang kini belum genap berusia 2 tahun adalah pompa semangat bagi Andri untuk mencari rezeki, dalam akun jejaring sosialnya Andri menuliskan status “Sekarang waktu nya dagang lgi buat nyari beras besok makan hehehee” hidup adalah perjuangan, Andri saat ini menjalankan usaha sablon kaos satuan, juga sweater dan topi yang bisa dicetak dengan gambar sesuai pesanan pelanggan. Kini ia pun sedang memperluas usahanya untuk belajar memperbaiki Ponsel rusak, yang kemudian akan dijial kembali, dengan garansi 3 hari setelah transaksi.

Andri_Family_aq
Keluarga kecil Andri (Dok : Andri Art)

Waktu Bintang mau lahir, saya bener-bener ga pegang uang sama sekali, tapi saya yakin, masa iya Tuhan ga ngasih saya jalan, Bismillah aja, Alhamdulillah sehari sebelum Bintang lahir, semua dagangan kaos sablon saya laku semua, motor custom juga Alhamdulillah ada yang ngangkat, akhirnya saya pegang uang untuk biaya lahirnya Bintang. (Dhy)

 

 

 

Cerita Kecil Keluarga Punk

Post navigation


2 thoughts on “Cerita Kecil Keluarga Punk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *