Perburuan paket data murah dan cepat di beberapa counter pulsa terus berlanjut, tak perlu janji setia pada satu operator seluler, dan dalam hal ini saya bersifat pragmatis, siapa yang bisa kasih penawaran paket data besar, cepat dan murah dialah pemenangnya di bulan ini. Hal ini bisa saya lakukan karena saat ini saya menggunakan modem MiFi yang bisa dipasang operator seluler apapun, sehingga setiap bulan saya mengganti SIM card karena tak membutuhkan nomor ponsel sebagai kontak saya.

Uniknya, dari perburuan paket data ini, sering terjadi dialog yang khas antara saya dengan penjual paket data yang menawarkan paket data internet :

Me : “Bang, ada paket internet 4 Giga ?

Kang Pulsa : “Ada om, ini 4 Giga, harga 65 Ribu

Me : “Loh koq mahal bang ?

Kang Pulsa : “Iya om, soalnya itu 3G, kalo mau yang murah ini aja 12 Giga cuma 55 Ribu

Me : “Bedanya apa mas ? sama -sama 24 Jam kan ya ?

Kang Pulsa : “Iya om 24 jam, cuma yang ini murah karena 10 Giga nya di 4G Only, HP si om udah 4G belum ?”

Me : “#@!@%#!@^%#!^%$

Nah dialog ini hampir saya ulangi di setiap pembelian paket data di setiap awal bulan, hanya untuk memastikan apa selalu seperti itu keterangan dari penjual paket data internet di Bekasi, dan jawabannya adalah “Benar paket 4G lebih murah dari 3G“.

Sempet heran, kenapa ya di Bekasi harga paket data 4G lebih murah dibanding 3G, ada yang berpendapat “Itu karena masih promo mas, jadi murah” tapi ya koq promo berbulan-bulan yo opo ndak bangkrut itu operator selularnya.

Di luar kemajuan teknologi informasi selular yang menyebabkan mahal atau murahnya sebuah layanan informasi, yang terkait dengan biaya pengembangan teknologi dan juga investasi peralatan penunjang yang dibutuhkan untuk bermigrasi dari teknologi terdahulu ke teknologi terbaru, ternyata hukun ekonomi sederhana demand dan supply (permintaan dan pasokan) berpengaruh sangat kuat, tidak selalu teknologi tercanggih yang akan diserap oleh konsumen namun banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut yang membuat sebuah barang yang memiliki ongkos produksi lebih rendah namun memiliki nilai yang lebih tinggi.

Teknologi 3G yang mulai berkembang di Indonesia pada akhir tahun 2003 sebagai awal mula perizinan di luncurkan dan baru sekitar tahun 2005 mulai diuji coba dan diluncurkan sebagai produk komersil, dengan teknologi awal UMTS dan akhirnya berkembang pada teknologi HSDPA dan HSUPA, pada masa yang sama juga berkembang teknologi CDMA yang mengembangakan teknologi W-CDMA dan berkembang dengan teknologi CDMA2000 dan EVDO. Sedangkan teknologi 4G mulai masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 2010 dengan basis teknologi WiMAX disusul dengan basis LTE yang mulai dikenalkan salah satu operator seluler terbesar di Indonesia pada akhir tahun 2013.

Lalu kenapa saat ini harga paket data internet 3G di Indonesia lebih mahal dibanding 4G ? inilah yang menarik. Dari beberapa artikel yang saya baca, bahwa transformasi teknologi 2G menjadi 3G belum berjalan mulus di Indonesia, artinya masyarakat Indonesia belum secara penuh mampu menyerap teknologi 3G, dari data salah satu operator selular di Indonesia per bulan Oktober 2016, setengah dari pengguna perorangan masih bertahan menggunakan teknologi 2G dan lebih dari 60% pengguna di dunia industri masih menggunakan teknologi 2G. Dari artikel lain dikatakan perkembangan teknologi 3G masih bisa bertahan hingga tahun 2020 sehingga para operator selular masih memilih untuk pengembangan jaringan dan penguatan teknologi 3G untuk dapat melayani keinginan pasar.

Analisa saya pribadi, dengan fenomena pasar seperti ini, prinsip ekonomi demand & supply bisa menjadi alasan kenapa harga paket data 3G lebih mahal dibanding 4G, karena penduduk di Indonesia masih sangat sedikit yang menggunakan perangkat ponsel 4G, sehingga penjualan paket data 4G lebih pada prinsip educate market dengan memperkenalkan terknologi 4G kepada masyarakat, dimana biaya pengembangan dan investasi infrastruktur dalam rangka migrasi instalasi jaringan dari 3G menjadi 4G masih dibiayai oleh penjualan teknologi 3G.

Namun bukan menutup kemungkinan nantinya ketika teknologi 4G sudah stabil, maka harga paket data 4G akan benar-benar bisa lebih murah dibanding 3G, dan jika strategi pengembangan dipadu strategi marketing yang ciamik, maka momen transformasi bisa dibuat smooth dan bertemu pada titik paling optimum kapan 3G dimatikan dan 4G mulai beroperasi secara menyeluruh, dan hampir dipastikan di saat itu pula teknologi komunikasi selular sudah memulai pengembangan teknologi yang lebih canggih dari teknologi 4G saat ini. (Dhy)

Di Indonesia Jaringan 3G Lebih Mahal dari 4G

Post navigation


2 thoughts on “Di Indonesia Jaringan 3G Lebih Mahal dari 4G

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *