Beberapa bulan ini saya tak lagi bisa terbang tinggi bersama DJI Phantom 4, selama beberapa bulan ini hanya bisa terbang pada ketinggian tak lebih dari 15 meter, meskipun saat akan take off sinyal GPS dan remote yang terlihat sangat baik, namun ketika mencapai ketinggian 9 meter secara vertikal dengan jarak horizontal tak lebih dari 5 meter, garis sinyal remote mulai menghilang satu demi satu dan akhirnya hilang seluruhnya disertai warning berwarna merah dengan kode error “Remote Signal Weak” dan ketika mencapai ketinggian lebih dari 12 meter makan akan menjadi “Remote Signal Lost” kemudian drone akan secara otomatis menjalankan prosedur RTH (Return to Home).

Bekasi di ketinggian 110 meter

Awalnya hasil diskusi dengan teman-teman di grup Komunitas Drone Bekasi hampir semua para sesepuh menganalisa ini karena interferensi atau gangguan sinyal yang disebabkan oleh sinyal dari tower BTS handphone yang berada dekat dengan lokasi terbang saya, padahal beberapa hari sebelumnya di tempat yang sama saya bisa terbang pada ketinggian lebih dari 100 meter dengan jarak horizontal sekitar 250 meter, tak terlalu jauh namun juga tak dekat.

Hasil browsing di forum resmi DJI ternyata banyak pula yang mengalami hal yang sama, dan di forum tersebut banyak disebutkan hal ini disebabkan karena update firmware baik firmware remote maupun firmware unit drone. Benar saja bahwa masalah ini terjadi setelah saya melakukan upgrade firmware unit drone dari versi 1.5.8 menjadi versi 1.8.0 lalu pada remote dari versi 01.02.0503 menjadi 01.02.0602.

Dari beberapa diskusi terkait firmware ada beberapa kemungkinan :

  1. Firmware versi 1.8.0 dan 01.02.0602 memiliki issue sensitive interference, sehingga menyebabkan perangkat drone akan lebih sensitif terhadap gangguan sinyal, hal ini dibuat untuk keamanan pada saat terbang, untuk menghindari flight away atau drone pergi tak terkontrol.
  2. Adanya ketidak sinkronan antara firmware unit drone, unit remote dan versi aplikasi yang terinstall pada handphone, kebetulan saya menggunakan handphone berbasis Android yang katanya update versi Android sering bermasalah dibanding versi iPhone, dan memang sudah saya coba, firmware update dari iPhone tidak semua compatible ketika saya kembali menggunakan Android.

Dari issue-issue tersebut, ada beberapa alternatif yang ditawarkan, meskipun salah satunya tidak masuk akal dalam analisa logika saya :

  1. Lakukan downgrade firmware baik pada unit drone maupun remote, saya sudah melakukan ini mulai dari turun bertahap, hingga turun pada versi yang paling rendah, dan hasilnya tetap tidak berhasil, masih keluar pesan “Remote Signal Lost” baik proses downgrade melalui Android maupun melalui perangkat komputer, hasilnya sama saja.
  2. Ini yang tidak masuk akal, tapi saya coba juga, yaitu mencoba melakukan Format SD-Card dan benar saja tak berhasil.

Setelah melakukan hal-hal di atas, dengan bermodal diskusi di forum dan browsing di YouTube, saya mulai kebingungan. Dan akhirnya saya mencari informasi service center DJI di sekitar Bekasi dan Jakarta. Alhamdulillah ternyata DJI Phantom yang saya beli benar adalah garansi resmi DJI Indonesia melalui distributor resmi di Jakarta Hybrid-RC yang berlokasi di jalan Boulevard Kelapa Gading. Bersyukur lagi, ternyata Hybrid-RC bukan hanya distributor namun juga melayani sebagai service center resmi DJI Indonesia.

Hybrid RC – DJI Indonesia

Kali pertama saya ke Hybrid-RC yang dilakukan mirip seperti yang saya lakukan di awal, utak-utik downgrade firmware ke versi yang dianggap paling stabil, dan sialnya versi paling stabil itu adalah besukan iPhone dan saat sampai rumah saya coba pake Android, hasilnya “firmware not compatible“.

Sampai akhirnya kali kedua saya ke sana, disambut ramah oleh teknisi yang sama, akhirnya saya memutuskan drone saya rawat inap, agar bisa dilakukan tes terbang long range. Setelah menunggu selama hampir dua minggu, akhirnya keluarlah analisa dari Hybrid-RC penyebab dari masalah “Remote Signal Lost” adalah masalah pada transmitter module dari remote, bukan pada firmware, bukan pada koneksi antena remote.

Dan tanpa basa-basi teknisi langsung menawarkan saya, apakah unitnya akan diambil atau diizinkan untuk dilakukan klaim ke China markas besar DJI, dan akhirnya saya memutuskan untuk mengirim balik remote drone saya ke kampung halamannya untuk sekitar 1 sampai 2 bulan, dan semoga saat kembali ke Indonesia saya sudah bisa terbanmg tinggi bersamanya. (Dhy)

DJI Phantom 4 : Remote Signal Lost

Post navigation


One thought on “DJI Phantom 4 : Remote Signal Lost

Comments are closed.