Seperti biasa di hari jum’at waktunya ke kantor naik sepeda Federal, dengan rute Bulakkapal-Tambun-Kalimalang-MM2100 dengan jarak tempuh sekitar 15 Kilometer dengan kecepatan rata-rata 17 Kilometer per Jam.

Bagi beberapa teman yang biasa Bike2Work alias B2W a.k.a gowes ke kantor, jalur Kalimalang tepatnya di antara Bekasi Timur dan Cibitung adalah jalur yang sangat dihindari, karena merupakan jalur kendaraan yang cukup padat, mulai dari pengendara motor, mobil, truk, kontainer semua lengkap di jalan Kalimalang ini.

Saya memilih jalur ini karena memang tak ada pilihan lain, setelah melipir melewati pasar Tambun, lalu harus motong kanan ke arah Kalimalang. Debu dan asap knalpot udah jadi kepastian, motor ugal-ugalan baik dikendarai cowo atau mbak-mbak pasti dijumpai, awalnya kesel kalo dipepet atau dipotong sama motor, sebulan terakhir kalo di pepet motor tinggal teriak “Astaghfirulloh….” biasanya sih minggir tuh rider ugal-ugalan.

Lanjut lewat lapangan kobra, dengan godaan tukang nasi uduk lengkap dengan bakwan dan sambel kacang yang menggugah selera, tapi tetap coba menahan godaan, walaupun sampai kantor udah ditunggu Mie Ayam Samba.

Nah…. Lepas lapangan kobra, belok kiri, mulailah bertemu dengan jalur penuh perjuangan dan kesabaran meskipun aspalnya sangat halus seolah jodoh dengan ban Maxxis Overdrive yang memiliki kembangan halus, ga jauh dari Pom Bensin sebelah kiri, terlihat beberapa pohon palem yang tinggi tegak berdiri, sejauh mata memandang nampak hamparan rumput yang hijau, terlihat kabut menyelimuti di pukul 6 pagi kurang 10 menit, inilah pelipur lara, satu spot yang indah di jalur Kalimalang.

Pohon Palem di Kalimalang

Untuk bisa menikmati keindahan di spot ini ada syaratnya. Syaratnya adalah, angkat dagu agak ke atas agar pandangan mata terangkat ke atas, sehingga bisa menikmati pohon palem hingga ke puncakya. Syarat kedua adalah, tahan nafas beberapa saat, dari anda mulai melihat pohon palem hingga anda melewati pohon palem terakhir.

Sepeda Federal dan Hamparan Sampah

Jika kedua syarat tersebut anda langgar, maka keindahan akan berkurang drastis, karena tepat di sisi sepeda yang digunakan terhampar sampah-sampah yang terbungkus plastik warna-warni didominasi warna merah dan putih, dengan aroma busuk khas tempat pembuangan sampah.

Pohon Palem dan Hamparan Sampah

Sedih banget kalo terhirup dan terlihat sampah-sampah ini, meskipun sedih dan kecewa kali ini saya sempatkan berhenti sejenak untuk mengabadikan dua hal yang kontradiktif, indahnya pohon palem dan hamparan sampah lengkap dengan bebauan busuk yang dikeluarkan.

Hanya sedikit ide gila, terkadang teringat waktu nongkrong malem di Clarke Quay sebuah pengelolaan area pinggir kali yang sangat indah, memanjakan para pejalan kaki, dengan hiasan lampu-lampu yang indah, air sungai meskipun tak bening tapi tak ada sampah dan tak mengeluarkan bau.

Tak juga jauh dari Kalimalang area Kabupaten Bekasi ini, kalo melihat Kalimalang sisi Timur yang dikelola oleh Kota Bekasi, alhamdulillah kini sudah mulai berbenah, pedestrian sudah mulai memanjalan para pejalan kaki, bahkan di beberapa area sudah ada garis kuning bergambar sepeda untuk orang-orang macam saya yang suka gowes.

Buka Mata Tutup Hidung

Belum sampai sebulan, seingat saya kabupaten Bekasi baru saja memilih Bupati baru, semoga Bupati baru bisa memberikan perhatian para area river side alias pinggir Kalimalang Bekasi, agar kabupaten Bekasi semakin indah dan membuat warga asli dan para penikmat sarana kabupaten Bekasi menjadi sehat tak ditemani pemandangan dan aroma sampah ketika gowes ke pabrik. (Dhy)

Federalist : Indahnya Kalimalang dan Sampah

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *