Dateng kesorean, langsung meluncur ke workshop Bintang Sablon ternyata bang Andri udah jalan ke lokasi kegiatan Food Not Boms yang diselenggarakan oleh Komunitas Punk Bekasi. Agenda utama kegiatan Food Not Boms  adalah memberikan ta’jil (makanan buka puasa) kepada orang-orang yang berada disekitar lokasi kegiatan tak jauh dari danau perumahan Duta Harian Bekasi Utara. Acara ini sudah rutin dilakukan sejak tahun 2009 meskipun tak pasti menjadi agenda tahunan, demikian keterangan bang Andri sebagai salah satu penggagas kegiatan ini.

IMG_8750
Lapak kaos donasi Palestine

Di tahun 2014 agenda kegiatan Food Not Boms ditambah penggalangan data untuk Palestine karena Punk menentang penindasan yang terjadi di tanah Palestine, dan di tahun 2016 ini teman-teman Punk menjalin hubungan dengan KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestine) yang menjadi partner untuk menyalurkan donasi.

image
Foto bareng sebelum sebar ta’jil dan penarikan donasi

Akhirnya tiba dilokasi, ternyata temen-temen Punk yang datang lebih banyak dibanding 2 tahun lalu. Pertama lihat mereka tetep ngedredeg, sangar beud, baju hitam, celana hitam, kuping piercing, giwang nya gede-gede, warna item, ada yang warna pink juga. Tampilan hanya nampak luar, mereka emang terlihat sangar, tapi ketika ngobrol dengan mereka, yang terasa di kuping dan di hati adalah suasana lembut, sopan bahkan saya merasa langsung akrab dengan mereka meskipun baru berjumpa dengan mereka, gesture saling menghargai satu dengan yang lain sangat saya rasakan, ketika ada yang bicara mereka benar-benar menghadirkan diri mereka dalam setiap percakapan yang terjadi, tak ada kesan cuek, tak ada kesan sombong, tak ada kesan melecehkan meskipun saya baru mereka jumpai.

image
Piercing dan Giwang Punk

Kegiatan tahun ini perencanaannya terasa lebih baik, mulai dari woro-woro di media sosial, mengurus izin penggunaan tempat sampai kordinasi ke kantor KNRP Bekasi pun dilakukan. Bahkan rencana awal, Pak Lurah setempat berencana hadir, namun (mungkin) karena sejak malam Bekasi hujan Pak Lurah batal hadir, demikian juga dengan teman-teman Punk dari Jakarta yang rencana awal ikut hadir.

wp-1466257756892.jpg
Amunisi ta’jil on the road

Sekitar jam 17.00 tim yang bertugas membagikan ta’jil ditemani tim kencreng untuk penggalangan dana untuk Palestine pun bergerak mengitari Danau, dengan pekaian lengkap khas Punk mereka pun mulai berjalan menyusuri pinggi danau, menuju beberapa titik masa terutama di lokasi dimana sedang terjadi transaksi jual beli menu buka puasa, maupun para pedagang yang terlihat sepi menunggu pelanggan datang.

PicsArt_06-18-06.05.34
Tim Tebar Ta’jil

Tim tebar ta’jil dipimpin oleh Bang Ipang, yang kali ini menggunakan rompi berwarna merah dan plastik berwarna merah berisi amunisi menu ta’jil kali ini, berjalan santai, ekspresi datar, menghampiri orang-orang yang dijumpai dan memberikan bungkus demi bungkus paket ta’jil.

IMG_8793
Senyum Bang Ipank

Saat berjalan gontai memang Bang Ipank ekspresinya datar, tapi ketika berinteraksi memberikan sebungkus ta’jil gratis kepada seorang bapak tukang sayur, Bang Ipank pun memberikan senyum lembut kepada Bapak, dan kemudian lanjut berjalan mencari titik masa berikutnya.

PicsArt_06-18-06.08.12
tim jemput donasi

 

Tim pencari donasi dipimpin oleh Bang Andri, dengan gaya yang ceuk berjalan membawa kotak donasi dari kardus minuman kemasan yang sudah masuk ke menu ta’jil, bang Andri memberikan pembukaan “Donasinya pak untuk perjuangan rakyat Palestina”, alhamdulillah sebagian besar orang yang sambanginya memberikan sebagian rizkinya ke dalam kotak donasi.

PicsArt_06-18-06.06.54
Kotak Donasi Palestine

Sepasang muda-mudi yang sedang asik ngabuburit nunggu maghrib di pinggir danau pun tak luput sebagai target donatur untuk palestine, entah kenapa wajah Bang Andri mesam-mesem ga karuan waktu nyamperin sepasang muda-mudi ini, dan belakangan terungkap lelaki berbaju biru sempat terlihat panik karena disamperin sama tim Donasi disusul oleh tim tebar ta’jil.

PicsArt_06-18-06.10.34
tim tebar ta’jil dan jemput donasi

WAktu semakin sore, persediaan ta’jil pun sudah menipis, dana sudah terkumpul, tim tebar donasi dan tim jemput donasi pun kembali ke lokasi awal kegiatan Food Not Boms, untuk bergabung bersama seluruh peserta kegiatan untuk sama-sama berbuka puasa dengan menu yang sama dan rasa kebersamaan.

PicsArt_06-18-06.12.06
Kuitansi KNRP

Alhamdulillah dana sudh diserahkan ke pihak KNRP, dana donasi dari jemput donasi berjumlah sekitar 200 ribu ditambah dana donasi yang disisihkan dari sebagian keuntungan penjualan kaos Palestine sekitar 300 ribu, sehingga total doasi yang diserahkan sore ini kepada KNRP berjumlah sekitar 500 ribu rupiah.

 

PicsArt_06-18-08.33.45
tiga wanita dibelakang layar

Di balik terselengggaranya kegiatan ini ada tiga orang wanita yang memberikan dukungan penuh kepada komunitas Punk Bekasi ini, ia adalah Chintya, Bintang dan Bella. Chintya adalah istri bang Andri, Bintang adalah anak tercinta dari Bang Andri dan Chintya, sedangkan Bella adalah seorang muslimah yang sangat dekat dengan komunitas ini, ia tak pernah absen dari kegiatan Food Not Boms dari tahun ke tahun. Mohon doa, mudah-mudahan seluruh anggota Komunitas Punk yang tergabung dalam Kreasi Anak Merdeka bisa konsisten dalam menjalankan rukun Islam yang Kedua. (Dhy)

 

 

Food Not Boms 2016 – Punk Bekasi

Post navigation


2 thoughts on “Food Not Boms 2016 – Punk Bekasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *