Hadi Syaf, seperti pemuda pada umumnya, selepas lulus SMA langsung mencari kerja, dan berhasil diterima oleh ssbuah Instansi Bank di sebuah menara di wilayah elit Kota Jakarta. Namun uniknya, meskipun sudah bekerja di Bank yang terbilang mapan Hadi Syaf hanya bertahan 2 pekan saja dan ia memutuskan untuk resign.

Setelah mencoba bekerja di Bank membuat Hadi Syaf semakin memahami kata hatinya, bahwa ia enggan menjadi pegawai termasuk pegawai pabrik. Setelah resign Hadi Syaf masih melanjutkan proses pencarian jati diri, Hadi Syaf memutuskan tidak bekerja dengan orang lain, kali ini ia membantu usaha ayahnya sebagai pekerja lapangan, namun hal ini pun tak bertahan lama, Hadi Syaf memutuskan berhenti bekerja membantu ayahnya, karena hatinya tetap tidak sreg bekerja sebagai anak buah, meskipun boss-nya adalah ayahnya sendiri.

Masa-masa pencarian jati diri berjalan satu tahun sejak lulus SMA, tepat di tahun 2002 Hadi Syaf memutuskan untuk membuka usaha sendiri di sebuah ruko 2 lantai di kawasan Bekasi Timur, lantai 1 digunakan sebagai distro untuk display baju kekinian, sedangkan lantai 2 digunakan  sebagai workshop, workshop inilah yang menjadi feature andalan Hadi Syaf, karena bisa membuat kaos dan jacket satuan dengan design sesuai keinginan pelanggan, untuk hal ini Hadi Syaf menggunakan teknologi direct printing on cloth. Usaha perdana Hadi Syaf ini mengusung bendera dagang BW Creative.

Tak ada cerita meniti usaha seindah seminar bisnis, BW Creative milik Hadi Syaf mampu bertahan hingga 9 tahun, di akhir tahun 2011 usaha Hadi Syaf diterjang badai, menjadi kekhasan seorang bujang, lemahnya pembukuan dan lemahnya managemen arus kas diindikasikan menjadi penyebab, dan diperparah dengan keputusan pemilik ruko 2 lantai yang ditempatinya mendadak akan dijual, dalam kondisi ini Hadi Syaf kesulitan untuk mencari kas untuk sewa ruko baru, akhirnya BW Creative diputuskan berhenti pada tahun 2011.

Darah bisnis mengalir deras dalam tubuh Hadi Syaf, tak menyerah tak ada rasa kapok, tak sampai 1 tahun, Hadi Syaf bisa bangkit kembali, bermodal networking yang dimiliki ditambah karakter diri yang bisa dipercaya, Hadi Syaf berjodoh dengan seorang Investor yang mampu memberikan suntikan dana segar untuk kembali bangkit.

Di akhir tahun 2012, Hadi Syaf kembali mengibarkan bendera dagang baru dengan nama BeeZ Inspired, dengan bidang usaha yang sama, sedikit perluasan produksi yang dipasarkan, masih menggunakan teknologi yang tak jauh berbeda.

Namun cukup mencengangkan dalam waktu kurang dari 5 tahun, omset BeeZ Inspired mencapai angka puluhan juta per bulan. Hadi mengungkapkan hal ini adalah hasil belajar dan mengambil pelajaran berharga dari BW Creative, pembukuan yang rapih dibantu pengawasan dari Investor, Hadi Syaf selalu mempertahankan konsistensi nya dalam menjalankan roda bisnis BeeZ Inspired.

Anehnya kalo semangat dalam diri saya menurun, males-malesan kerja, order yang masuk ke BeeZ pasti akan turun juga. Ungkap Hadi Syaf yang mengantarkan Pemasaran dari mulut ke mulut dan promosi di sosial media, sehingga market BeeZ tak hanya lokal Bekasi, namun sudah lintas pulau, karena tak jarang ia melayani pesanan dari pelangganya di  Kalimantan dan Sumatra.

20160505-IMG_0229

Tampilan santai beralas sandal jepit adalah ciri khas dari Hadi Syaf, selain darah bisnis, darah seni pun tumbuh subur di dalam tubuhnya, mulai dari musik rap hingga musik rock, Hadi Syaf kerap bergabung dengan komunitas musik Underground Bekasi, baik sebagai vokalis utama maupun vokalis tamu.

Tak hanya sebelas dua belas orang yang bilang dirinya mirip once, dengan suara serak khas rocker menjadi daya tarik tersendiri bagi Hadi Syaf. Keseimbangan antara kerja dan hobi menjadikan Hadi Syaf terlihat segar dalam kesehariannya. Semoga dalam waktu dekat ia akan menemui pendamping hidup sebagai penyemangat aktifitas bisnisnya yang kini mulai meluas. (Dhy)

Hadi Syaf – Jadi Pengusaha karena Enggan Gajian

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *