Ketika tenaga manusia menjadi sangat mahal, ketika biaya produksi harus diminimalisir, dan ketika teknologi informasi berbasis internet sudah merambah di semua lini kehidupan, maka pemikiran-pemikiran gila tentang konsep bisnis harus segera dilahirkan atau akan mati terlindas kemajuan zaman.

Saat ini disaat seseorang akan membeli barang, hampir dipastikan sebelumnya sudah melakukan studi secara online mengenai spesifikasi dan melakukan perbandingan antar beberapa merk dan beberapa type, mulai dari penampilan, performa, dan tentunya harga, worth it atau enggak. Dengan demikian tidak diperlukan waktu yang lama ketika akan berbelanja.

Dan suatu ketika waktu sangat berharga, sehingga akan lahir konsep pick, pay and go (memilih, bayar dan ambil) terpikirlah untuk membuat Honda Vending Machine atau mesin penjual otomatis sepeda motor Honda. Biasanya vending machine berisi berbagai pilihan minuman segar kalengan atau dalam botol, hanya dengan memasukan uang koin atau uang kertas, maka saat itu juga bisa menikmati kesegaran minuman yang diinginkan, dan bayangkan jika ini adalah alat penjual otomatis untuk membeli sepeda motor.

Ketika seseorang berniat membeli sepeda motor dan sudah menentukan pilihan motornya, saat itu juga ia bisa mencari Honda Vending Machine, sebuah mesin dengan bentuk menyerupai ATM bisa langsung memilih, bayar dan langsung bawa pulang sepeda motor yang diidamkan, dan dengan database identitas personal yang sudah terintegrasi bagi seluruh warga, dengan registrasi data singkat via Honda Vending Machine saat itu juga BPKB dan STNK bisa langsung tercetak dan dimiliki, sehingga kondisi motor sudah on the road termasuk nomor polisi yang bisa dipasang pada tempat yang sudah di sediakan pada sepeda motor, sehingga sepeda motor yang baru saja di beli bisa langsung digunakan sejak motor keluar dari Honda Vending Machine.

Honda Vending Machine ini tampak luar seperti sebuah show room sepeda motor, dengan barang fisik yang akan langsung dimiliki, begitu anda menentukan pilihan maka dengan teknologi index table, meskipun dari lantai atas, maka sepeda motor pilihan akan langsung turun, berjalan menuju pick-up gate menghampiri calon pemilik barunya.

101 Creative Notes – Yoris Sebastian

Itu adalah konsep yang kami ajukan dalam sebuah workshop bersama Yoris Sebastian penulis buku 101 Creative Notes, dan hasilnya konsep yang kami ajukan kalah.

Dalam pelatihan-pelatihan sebelumnya yang pernah saya ikuti, bahwa ide kreatif harus Out of The Box, jadi kelompok kami yang memang secara kebetulan berisi orang-orang yang rada gila, benar-benar memilih ide ini dari beberapa ide yang diajukan dari semua tim. Dalam konjungannya mas ke tim kami, mas Yoris sudah memeberikan kami masukan :

coba pertimbangkan dulu, apakah cost untuk membuat vending machine ini akan sepadan dengan impact yang akan dihasilkan“.

Workshop Kreatif – Yoris Sebastian

Tapi ya namanya orang gila dan rada nyeleneh, tetep aja memilih ide ini untuk di presentasikan dalam presentasi formal, hasilnya gagal.

Satu hal yang berbeda antara konsep kreatif nya mas Yoris adalah, “Thinking Out of The Box, Execute Inside The Box” sebuah ide kreatif memang harus lahir dari pikiran yang diluar kebiasaan, namun tetap pertimbangkan bahwa ide kreatif yang di ajukan bisa di implementasikan di dunia nyata dan memiliki manfaat sesuai dengan tujuan awal ketika menyusun ide-ide kreatif tersebut. (Dhy)

Honda Vending Machine di Indonesia

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *