Jujur saja saya sebagai tukang foto pemula tidak mengenal baik nama seorang fotografer senior yang satu ini. Namun kemarin saya langsung tertarik dengan om Meyer saat saya melihat-lihat foto di Instagram, terlihat ada foto seorang ibu yang menggunakan mukena sedang sholat di tengah redupnya sinar lampu petromak. Seolah saya akrab dengan suasana foto ini dan setelah saya lihat lokasi fotonya, benar bahwa ini adalah foto salah seorang warga Jakarta yang sedang sholat maghrib di bawah kolong jembatan, meskipun om Meyer tak secara lengkap menuliskan lokasi jembatan tersebut, hanya tertulis Jakarta, Indonesia.

Awalnya saya kira ini adalah foto hasil karya orang Indonesia, mirip mirip gaya moto nya bang Udin. Tapi setelah saya lihat dan baca caption nya, ternyata bukan, dan ternyata ini hasil foto orang bule.

Foto Ibu yang sedang Sholat Maghrib di Bawah Jembatan Jakarta – IG John Stanmeyer

Karena caption fotonya berbahasa Inggris, saya siapkan Google Translate agar tak salah mengartikan, dan hasil terjemah Mr. Google adalah sebagai berikut :

Di dalam istirahat, di dalam doa, di satu satunya rumah yang ia miliki, seorang ibu melaksanakan sholat maghrib, di bawah jembatan di Jakarta, Indonesia. Di saat adanya perbedaan besar, antara mereka yang memiliki dan mereka yang belum memiliki, janganlah kita lupa bagaimana ketekunan, kekuatan dan kasih sayang, memberikan harapan, kerendahan hati, menyatukan kita dalam kesamaan dan kemanusiaan.

Tulisan yang membuat saya ter-enyuh, terlebih ketika saya mencari tahu siapa itu John Stanmeyer yang ternyata seorang jurnalis kelahiran Negeri Paman Sam. Sebuah caption yang sangat bijaksana dalam melihat kondisi Jakarta, termasuk kondisi warga Jakarta yang hidup dalam keterbatasan namun tetap taat beribadah.

John Stanmeyer adalah seorang jurnalis yang sering bertugas di wilayah konflik, termasuk di Indonesia ketika proses kemerdekaan Timor Timur dan proses reformasi menggulingkan Pemerintahan Presiden Soeharto. Bahkan foto-foto konflik di Indonesia mendapatkan penghargaan juara pertama spot news seperti yang tertulis dalam http://www.worldpressphoto.org

John Stanmeyer adalah seorang jurnalis yang bekerja pada beberapa media kelas dunia antara lain National Geographic dan majalah Time. Dan uniknya, dikabarkan John Stanmeyer pernah tinggal di Indonesia, karena memang beliau sangat fokus menggali berit di wilayah Asia, dan ketika di Indonesia John Stanmeyer membuat sebuah buku dokumentasi yang menceritakan tentang perubahan radikal di Indonesia pada tahun 1997.

screenshot_20161216-073959
Bridging Stories Project

Foto ibu yang sedang sholat Maghrib di kolong jembatan Jakarta ini ternyata merupakan bagian dari project #BridgingStories yang dipimpin langsung oleh John Stanmeyer, project ini dijalankan bersama 24 fotografer muda dari Armenia dan Turkey. Bridging Stories merupakan sebuah program dari The Storyteller’s Cafe yang merupakan organisasi non profit yang bergerak dalam bidang kemanusian melalu kekuatan storytelling, project ini juga di dukung oleh kedutaan besar Amerika di Armenia

Tujuan program Bridging Stories ini adalah mengajak dan membimbing para fotografer muda dari Armenia dan Turkey untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam teknik fotografi storytelling dibimbing langsung oleh jurnalis senior John Stanmeyer. Kegiatan ini dimulai dengan pengambilan foto di daerah asal masing-masing peserta mulai dari bulan Agustus 2016 dan akan dipamerkan pada bulan Januari 2017.

Sebuah program yang sangat mendidik bagi generasi muda saat ini, untuk membangun kepedulian terhadap kondisi saudara-saudara yang ada di sekitar kita, dan semoga bisa memberikan kontribusi untuk perbaikan negeri dengan kemampuan yang kita miliki. Seperti caption John Stanmeyer di akun Instagram nya “… ketekunan, kekuatan dan kasih sayang, memberikan harapan, kerendahan hati, menyatukan kita dalam kesamaan dan kemanusiaan“. (Dhy)

 

Jakarta di Mata John Stanmeyer

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *