Beberapa hari yang lalu chat sama kakak saya yang juga penghobi kopi “Dhy udah pernah nyobain kopi Jampit atau Blawan ? Katanya rasa rempahnya kuat” dan saya pun langsung browsing toko kopi online yang menyediakan dua jenis kopi ini yang ternyata kedua kopi ini adalah adalah kopi Jawa yang sangat legendrais, konon kabarnya kopi di tanah Jawa pertama kali di tanam di Indonesia saat masa penjajahan Belanda hasil praktek tanam paksa karena Kopi merupakan salah satu budidaya yang sangat mahal ketika itu dan sangat menguntungkan untuk pemerintah penjajah Belanda.

Selama ini saya lebih sering berburu kopi sumatra, dan ketika mencari kedua jenis kopi ini ternyata lumayan susah, al hasil saya hanya mendapatkan kopi Blawan saja sedangkan untuk kopi Jampit tidak tersedia. Suplier yang berhasil saya kontak adalah Lorek Kopi, toko kopi online yang berlokasi di kota Malang tak jauh dari Bekasi lah ya. Namun karena harga yang sangat terjangkau, sepertinya sangat sayang jika ekspedisi dari Malang ke Bekasi hanya membawa satu jenis kopi saja seberat 200 gram, akhirnya saya menanyakan varian kopi apa saja yang tersedia di Lorek Kopi “Selamat siang pak, mohon maaf kami tidak menjual kopi Jampit, adanya Java Ijen Blawan, Java Ciwidey dan Java Arjuno Natural” dan saya memutuskan pada satu nama kopi yang saya belum pernah mencicipinya Java Arjuno Natural dengan harga yang lebih mahal 10 ribu rupiah karena proses Natural-nya, selisih harga yang tak sepadan dengan nilai keunikan dan originalitas pengolahan kopi tradisional Indonesia.

Tertanggal 7 Februari transaksi dan sudah sata transfer, namun hampir genap satu pekan tak ada kabar dan tak ada kiriman nomor resi ekspedisi Malang-Bekasi, sementara kakak saya secara bersamaan order kopi Gayo dari toko kopi online yang berlokasi di Medan, dan kopi pesanannya sudah tiba 2 hari yang lalu. Saya langsung kontak Lorek Kopi lewat whatsapp “Iya pak, sistem kami fresh roast, kopi diroasting setelah pembelian, kami juga ada 3 profil roasting untuk tiap kopi, sehingga kopi di roasting lebih lama dari roaster kebanyakan, karena roasting dibedakan secara detail“.

Dan saya kembali tersenyum setengah bertanya-tanya, apa maksudnya itu cara roasting kaya gitu :). Mungkin satu waktu kalo ke Malang saya mampir lah ke Lorek Kopi untuk melihat proses roasting dan minta di ceritain juga artinya apa.

Senin tanggal 13 Februari saya kontak, dan Selasa 14 Februari dikirim nomor resi pengiriman, dan tepat tanggal 15 Februari bersamaan dengan momen bersejarah Pilkada serentak, duo kopi pesanan saya asal Malang pun tiba, wowww… Ga pake lama, saya bongkar dan langsung cek kemasan, dan tertera tanggal roasting-nya 13 Februari, kopi segar yang baru berusia 2 hari dari masa pemanggangan. Tak sabar saya gunting kemasannya yang berupa kemasan wrap, pertama saya buka kopi Java Arjuno natural process, sesaat bungkus terbuka saya mendapatkan aroma yang sangat menyegarkan, tercium aroma buah segar namun lembut. Ternyata benah saja, dari  yang saya baca di beberapa artikel di internet, bahwa salah satu karakter kopi Jawa adalah aroma kopi yang luar biasa.

Tanggal Pemanggangan Kopi

Dengan spesifikasi lidah seadanya yang saya miliki, akhirnya saya menyeduh kopi Java Arjuno Natural, nyeduh dengan cara tubruk. Setelah mendiamkan kurang-lebih selama 4 menit, bersihkan bubuk kopi yang ada di permukaan cangkir, dan sluuuurrrppp… nikmat… pertemuan pertama dengan kopi Java Arjuno.

Rasa yang paling saya ingat adalah lembut, luar biasa, hal ini sangat berbeda dengan karakter kopi Sumatra yang sering saya cicipin, mirip dengan kopi Pengalengan, mungkin karena masih satu pulau, namun dibanding kopi Pengalengan kopi Arjuno masih lebih lembut rasanya, mungkin karena ini adalah kopi dengan proses Natural. Kesegaran rasa, yang cenderung pada karakter buah berry namun dengan tingkat keasaman yang sangat bersahabat membuat kopi ini sangat cocok dinikmati saat santai di pagi jelang siang hari, ditemani dengan cemilan.

Dari segala kesan dan kekayaan citarasa kopi Arjuno ini, yang paling menjadi kesan menganguman bagi saya adalah pada aroma di saat pertama kali saya membuka kemasan kopi ini, sangat menyegarkan dan lembut. Semoga makin maju petani kopi Indonesia. Jangan lupa untuk meminum lebih banyak air putih setelah menikmati cangkir demi cangkir kopi Indonesia, karena kopi memiliki sifat diuretic yang akan menyebabkan sering buang air kecil, sehingga jika kurang asupan air putih bisa menyebabkan dehidrasi ringan. (Dhy)

Java Arjuno – Kopi Lorek

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *