Pesona Masjid Agung Al-Barkah seolah membuat saya tak pernah bosan untuk melakukan ekplorasi dalam pengambilan foto, jelang Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun 1438 Hijriah adalah kali ketiga saya mengambil foto masjid indah yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bekasi ini.

Interior Area Depan
Interior Area Depan

Saat pertama saya mengambil foto masjid ini, saya fokus pada detail keindahan interior bagian dalamnya, paduan batu granite berwarna hitam di posisi atas dipadukan dengan dominasi nuansa kayu berukir membuat masjid ini terasa makin syahdu, kabarnya elemen kayu masjid ini dibuat menggunakan bahan baku kayu jati, yang usia pohonnya sudah berusia lebih dari 90 tahun. Terbayang ketika menjadi makmun di masjid ini, melihat pemandangan yang indah ditambah bacaan imam sholat rawatibnya sangat fasih dan merdu, sehingga membuat hati ini merasa semakin khusyuk menikmati sholat berjamaah dari satu rokaat ke rokaat berikutnya.

Interior Area Belakang
Interior Area Belakang

Pintu masuk yang lebar, ada di tiga pintu utama, disambut karpet biru sebagai alas pijakan, tulisan kaligrafi pada sisi batas lantai satu dan lantai dua, ditambah pula kaligrafi pada sisi dalam kubah seolah mengantarkan setiap jamaah yang datang menuju tempat pelaksanaan ibadah sholat berjamaah.

Tampak Depan Low Angle - Blue Hour
Tampak Depan Low Angle – Blue Hour

Waktu favorit saya mengambil foto Masjid Agung Al-Barkah ini adalah menjelang adzan maghrib saat matahari mulai turun, kemudian saya berhenti ketika adzan sudah berkumandang, lalu kembali melanjutkan sesi foto selanjutnya sesaat setelah selesai salam sholat maghrib berjamaah.

Tampak depan -Foto Aerial
Tampak Depan

Di akhir tahun 2016 saya mencoba mengambil foto masjid ini dengan sudut tembak yang agak tinggi, saya menggunakan drone DJI Phantom 4 untuk dapat melakukannya, sesi foto pertama saya memulai pada pukul 17.40 WIB, dan ketika saya mulai mempersiapkan peralatan dan akan take off, mendadak anak-anak berusia sekolah dasar yang awalnya sedang asik bermain sepeda di halaman depan masjid ini langsung menghampiri saya, dan akhirnya saya jadi tontonan mereka ketika mulai mengendalikan drone.

Sisi Samping Jelang Maghrib
Tampak Samping Jelang Maghrib

Teringat pada tahun 1995 ketika saya duduk di kelas 2 di SMP Negeri 1 Bekasi, saat itu saya aktif di Pramuka, maka lapangan alun-alun Bekasi menjadi sangat akrab dengan diri saya. Menjelang peringatan hari Pramuka tanggal 14 Agustus dan dilanjtkan peringatan hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus, saya dan anggota regu Pasukan Kalajengking dengan nomor gugus depan 01005 selalu melakukan latihan upacara di lapangan tersebut. Seusai latihan, kami biasanya sholat dzuhur di masjid Al-Barkah yang ketika itu bentuknya tak seperti saat ini di tahun 2016. Ketika itu bentuk masjid Al-Barkah biasa saja, dengan didominasi dengan lubang angin di setiap sisi dinding, dengan warna cat hijau telor asin, hal ini tak menjadi daya tarik bagi anak-anak muda.

Namun kini berbeda dengan era tahun 90-an, kini Masjid Agung Al-Barkah memiliki daya tarik tersendisi bagi anak-anak dan juga pemuda, karena area masjid bisa dibilang menjadi tempat yang indah untuk beribadah, saat saya melakukan sesi foto aerial, saya mendapati dua orang pemudi juga sedang asik mengambil foto masjid ini menggunakan kamera ponsel mereka, dan hal ini tak terjadi di era tahun 90-an.

Jelang terbenam matahari - Foto Aerial
Jelang Terbenam Matahari

Sesi foto selesai sholat maghrib dimulai, ini adalah percobaan pertama pemotretan long exposure menggunakan drone. Saya setting di manual lalu mulai saya coba di Iso-400 sampai Iso-1600, dan shutter speed mulai dari 1/30 detik hingga 5 detik. Alhasil dari sekian gambar yang saya dapat, beberapa foto terlihat shaking, saat saya melakukan pengambilan gambar angin bertiup cukup kencang, sehingga mungkin hal ini yang membuat kamera di Phantom 4 bergoyang.

Masjid Al-Barkah saat Blue Hour
Masjid Al-Barkah saat Blue Hour

Saya sendiri sempat takjub, dengan pemandangan Masjid Agung Al-Barkah dari ketinggian, pemandangan Bekasi di malam hari nampak sangat Indah, dengan lampu-lampu berwarna warni membuat Kota Bekasi terlihat semakin indah. Dibalik keindahannya ternyata sejarah Masjid Agung Al-Barkah ini cukup panjang, mulai dari awal berdiri di tahun 1890 ini sudah mengalami renovasi berkali-kali, hingga renovasi terakhir menjadi seperti saat ini adalah hasil proyek renovasi yang dimulai pada tahun 2003 dan selesai pada tahun 2008. Kabarnya ppemerintah Kota Bekasi menghabiskan dana hingga lebih dari 15 Milyar, hal ini termasuk perluasan area masjid dari 3000 m2 menjadi hampir satu hektar.

Tercatat dalam sejarah di tahun 1890, masjid ini adalah pusat tempat berkumpulnya seluruh pejuang-pejuang dari Karawang-Bekasi untuk mengatur strategi perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Dan Semoga masjid Agung Al-Barkah yang indah ini bisa menjadi pusat perkembangan peradaban masyarakat Bekasi saat ini dan di masa mendatang. (Dhy)

Keindahan Masjid Agung Al-Barkah Bekasi

Post navigation


One thought on “Keindahan Masjid Agung Al-Barkah Bekasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *