Setelah liputan foto kurang lebih 4 jam non-stop mulai dari jam 12 malam hingga pukul 4 dini hari, tanpa tidur, tanpa supply makanan dan hanya bermodal 1 botol air mineral yang itupun dilema antara menghilangkan rasa haus atau resiko menahan buang air kecil, karena lokasi toilet yang agak kosong letaknya cukup jauh yaitu di sisi barat masjid Istiqlal. Setelah jamaah sholat malam mengakhiri salam pada rakaat ketiga sholat witir, saya langsung kembali ke sisi barat lantai dua, sebelah kanan masjid saya ambil di shaff ke-5 ditengah saudara seiman.

Wudhu

Saya memutuskan untuk tidak mendokumentasikan jamaah sholat subuh, karena saya juga ingin menikmati kesyahduan pelaksanaan ibadah sholat subuh yang jamaahnya memenuhi lima lantai masjid agung Istiqlal. Tidak lupa memasukan seluruh peralatan kamera dan lensa, kunci tas dengan gembok kecil yang memang saya bawa dari rumah, karena kejahatan bukan hanya terjadi karena ada niat dari pelakunya, tapi juga bisa dari kesempatan yang ada.

diantara saudara seiman

Dan kesyahduan itu pun benar-benar meresap ke dalam hati, sholat berjamaah serasa sholat Ied, jamaah yang sangat banyak dari seluruh penjuru Indonesia. Sisi kiri, kanan, depan belakang tak ada seorang pun yang saya kenal, tak pernah saya jumpai sebelumnya, namun senyum mereka disaat bersalaman dan berkenalan sangatlah sejuk, sangat dekat, sangat bersaudara seolah telah bertemu dan mengenal dalam waktu yang sudah sangat lama.

Ditengah hening jamaah menunggu, mendadak terdengar Takbir “ALLOHU AKBAR… ALLOHU AKBAR… ALLOHU AKBAR..” teriakan takbir jamaah yang bersahut sahutan dan menggema. Takbir tersebut menyambut beberapa ulama yang datang dan bergabung untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Diantara lantang takbir yang terdengar sangat kencang adalah saat Habib Rizieq memasukin masjid dan menuju shaff terdepan.

Tak lama, terdengar lagi lantang teriakan takbir yang juga menggema “ALLOHU AKBAR.. ALLOHU AKBAR.. ALLOHU AKBAR…” dan beberapa jamaah di dekat saya menghampiri pagar pembatas untuk melihat siapa yang datang. Saya tak ambil berdiri dan mencari tahu menggunakan lensa tele saya, karena sudah saya masukan ke tas dan sudah saya gembok, dan juga saya sudah bertekad tak akan mendokumentasikan sholat subuh ini karena ini ikut asik menikmati kesyahduan ibadah ini. Usai pada jamaah duduk kembali, saya bertanya kepada salah satu jamaah, “Itu mas, pak Anies Baswedan datang sama bang Sandi“, wow salah satu pasangan calon gubernur Jakarta hadir dalam ibadah sholat subuh berjamaah ini “eh itu ternyata mas Agus juga datang“. ALLOHU AKBAR takbir saya dalam hati, begitu indahnya ukhuwah Islamiah dalam bingkai Aqidah, persaingan dalam masalah politik hanya duniawi, namun Aqidah yang menyatukan dalam satu shaff yang sama, semoga Jakarta menjadi lebih barokah.

Foto sholat malam – sholat subuh ndak moto

Kesyahduan sholat subuh ini dipimpin oleh salah seorang imam Masjid Istiqlal, dengan bacaan yang fasih dan langgam yang menyejukan, membuat sholat subuh semakin menenangkan hati dan pikiran. (Dhy)

Kesyahduan Sholat Subuh Berjamaah Aksi 112 di Istiqlal

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *