SIM C dalam hitungan hari akan kadaluarsa, sebagai warga negara yang baik dan good rider tentunya harus menjaga eksistensi SIM sebagai bukti legalitas secara hukum mampu berkendara.

Ambil nomor antrian di jam 7 pagi, dan seorang ibu petugas memberitahukan bahwa loket akan buka jam 8 pagi “Bagi bapak dan ibu yang mau ngopi atau sarapan dulu dipersilahkan, loket paling cepat akan buka jam 8“.

Posisi di Lotte Mart Bekasi Junction, mal pusat pelayanan publik Kota Bekasi, waktu 1 jam untuk sarapan harus digunakan dengan baik.

Mikir-mikir jam segini sarapan apa yang enak, kepikiran bubur pagi sore, di jalan Pekong, tapi males karena harus ambil motor. Akhirnya jalan kaki menyusuri Jl. KH. Agus Salim ke arah rel kereta, inget ami pernah cerita ada bubur kacang ijo khas Bekasi yang jual engkong-engkong.

Berjarak sekitar 50 meter dari perempatan Pasar Proyek, sampailah di gerobak berwarna putih-biru tanpa tulisan “bubur kacang ijo”, setengah yakin ternyata benar ini adalah bubur legendaris Bekasi milik Kong Salim.

Pria kelahiran tahun 1945 ini sudah mulai berjualan bubur kacang ijo sejak usia 20 tahun, di tahun 1965 Kong Salim berjualan bubur kacang ijo menggunakan gerobak pikulan, baru di tahun 1980 Kong Salim mulai mangkal di Jalan Agus Salim pake gerobak.

Kong Salim berusia 73 tahun ia pun sudah melaksanakan ibadah haji di tanah suci, ia masih terlihat sehat dan bugar, setiap pagi ia mendorong gerobak nya dari rumah di Jalan Kartini sampai ke tempat jualan di Agus Salim.

Alhamdulillah masih sehat, mungkin karena saya jualan bubur kali ya jadi sehat“.

Bubur kacang ijo Kong Salim ini memang beda dengan bubur lainnya, rasa manisnya seperti manis jambu, ga blenger, dengan siraman santan dan kucuran susu membuat bubur ini lebih terasa gurih.

Iya itu kalo yang manis banget itu mah bukan manis gula, manis biang“.

Biasanya jika saya beli bubur kacang ijo akan didominasi dengan kuah, namun bubur Kong Salim ini nyaris kering tak berkuah begitu yang nampak di panci gerobak kong Salim.

Iya kalo saya mah ini isi mulu, kaga ada kuahnya, kuahnya ya santen itu“.

Dengan harga 8 ribu per porsi, dengan porsi yang pas mengganjal perut, disajikan menggunakan mangkok saji yang khas juga sendok besi yang sudah jarang ditemui.

Setelah menikmati semangkok bubur, saya pun pamit dan disambut senyum Kong Salim sambil berkata “Doain saya sehat terus ya de“. (Dhy)

Kong Salim : Bubur Kacang Ijo Bekasi

Post navigation


One thought on “Kong Salim : Bubur Kacang Ijo Bekasi

Leave a Reply