Iklim politik di Bekasi memanas, dalam hitungan bulan warga Bekasi akan memilih walikota, pilkada serentak begitu bahasa politiknya. Tahun 2018 Bekasi hanya punya 2 calon walikota, ini yang membuat temperatur politik semakin meriah, satu dari petahana satu lagi dari calon baru.

Minggu pagi kemarin Bekasi sedikit gerimis, sejuk, sepoi sepoi, bikin takut mau naikin drone. Di Mal pengkolan Pekayon, Revo Town begitu tulisannya, ada acara yang lumayan rame, dari jam 6 aja jalan masuk ke mal udah penuh, banyak orang berseragam.

Deklarasi kampanye damai, begitu nama acaranya, sebagai sebuah komintmen kalo pemilihan pemimpin Bekasi itu harus damai, jangan pake rusuh, jangan propokasi, harus damai lah biar Bekasi makin maju.

Yang menarik, acara deklarasi kampanye damai ini banyak pertunjukan dan aksi yang kreatif, seolah menjadi penyejuk iklim politik yang tadi saya bilang memanas.

Persiapan topeng tim pantomim

Mulai dari tempat parkir lantai bawah, banyak pendukung salah satu calon menggelar aksinya, yang paling menarik perhatian saya adalah aksi pantomim, yang dipadukan dengan gerakan Dance gitu, jadi kalo dulu namanya pantomim ini seperti monolog, nah kekinian dipadukan dengan gerak tari yang bikin jadi menarik.

Pantomim modern

Seperti pantomim pada umumnya, pemain pantomim akan mewarnai wajah mereka dengan warna putih, dulu jamannya mas Septian Dwi Cahyo, ia selalu melumuri wajahnya dengans semacam bedak pekat, lalu ditambah dengan aksesn warna merah pada bibir dan hitam pada alis.

Namun di acara kemarin, bisa dibilang lebih modern dan simple, pemain pantomim yang berjumlah 7 orang ini, sebagian besar menggunakan topeng warna putih, dan sebagian lain menggunakan topeng bergambar pasangan calon yang mereka dukung. Gerakan yang mereka lakukan seperti menggambarkan sebuah cerita diiringi dengan iringan musik yang kekininan, menarik.

Lanjut naik ke lantai dasar, acara pembukaan sudah dimulai, MC kondang mba Syifa Faradila udah pegang Mic. Tak lama ada penampilan tari tradisional Bekasi dari salah satu sanggar tari di Bekasi.

Tari tradisional Bekasi

Seni yang sudah mulai jarang terlihat di Bekasi yang kini ramai dengan Mal dan mulai riuh dengan pembangunan apartemen di penjuru Bekasi. Patut diapresiasi kepada para pemudi yang di masa kini masih mau mempelajari seni tradisional Bekasi ini, di tengah arus perkembangan teknologi dan budaya modern, tapi mereka masih mau mempelajari hal-hal tradisional dan mau tampil di event-event lokal maupun nasional, semoga mereka bisa mewakili Bekasi untuk tampil di event internasional untuk mengenalkan budaya Bekasi ke seluruh dunia.

Selain anak muda yang cantik jelita di atas, ada juga orang tua yang masih gagah perkasa kong Guntur namanya, ia adalah seniman senior asli Bekasi, ia terkenal dengan pantun-pantun kocak namun bermuatan nasionalisme yang tinggi, bapak dengan nama belakang Elmogas ini turut tampil di acara pembukaan, kong Guntur ikut mengingatkan kepada paslon dan pendukungnya untuk tetap menjaga kedamaian pesta demokrasi Bekasi ini.

Kong Guntur Elmogas

Pantun yang renyah dan sangat menghibur menjadi warna tersendiri dalam upacara pembukaan ini, uniknya saat saya berniat mengambil foto kong Guntur dari pinggir panggung, engkong langsung berhenti berpantun dan langsung bilang “Bentar engkong-engkong mau dipoto begaye dulu biar keren” kalimat yang lepas khas orang Bekasi.

Biduan pengiring kong Guntur

Kong guntur tidak dateng sendiri, melainkan ia datang dengan full team, yang menarik perhatian ada sepasang anak muda yang menjadi vokalis pengiring yang menyanyian tembang khas Bekasi di sela-sela pantun kong Guntur, diiringi dengan alat musik khas Bekasi. Ini juga patut diberikan acungan jempol, dari ekspresi kedua anak muda ini sangat all out dalam menyanyikan tembang pengiring pantun kong Guntur.

Ngintipin kong Guntur dari belakang panggung

Pemilihan pemimpin baru Bekasi akan segera dilaksanakan pada bulan Juni, beberapa bulan ini Bekasi akan ramai dengan kampanye dari paslon dan para pendukungnya, semoga kampanye Pilkada Bekasi kali ini terus diwarnai dengan gemerlap pementasan seni dan kreatifitas anak-anak muda mupun orang-orang tua aseli Bekasi, dan semoga pemimpin baru Bekasi akan menjadikan Bekasi lebih kreatif. (Dhy)

 

 

Kreatifitas di Tengah Pesta Demokrasi Bekasi

Post navigation


Leave a Reply