Sejak awal moto Macro serangga di tahun 2006 menggunakan kamera prosumer Panasonic FZ-7, tidak pernah bosan moto serangga yang satu ini karena bentuk nya yang sangat imut dan cantik juga ekspresi nya yang aneh-aneh, mungkin karena itu serangga ini disebut Lady.

Lady bug sangat bersahabat dengan para fotografer macro, karena secara dimensi yang cukup besar, sehingga dengan jarak tembak 10 mm sudah bisa mendapatkan detail serangga ini. Selain itu lady bug juga tidak terlalu lincah, sehingga bisa mendapatkan kesempatan melakukan tembakan berkali-kali untuk hasil terbaik.

Meskipun tidak lincah namun tetap disarankan melakukan sesi pemotretan di pagi hari, karena ketika sesi di siang hari lady bug pun cukup lincah untuk terbang dari satu daun ke daun yang lain.

image

Berbeda dengan lady bug, soldier fly termasuk yang sangat sensitif baik terhadap gerakan fotografer ketika mendekatinya maupun terhadap suara shutter/reflek kamera. Sehingga harus ekstra hati-hati dan perlahan, soldier fly memiliki kebiasaan hinggap di daun yang tidak terpapar cahaya matahari secara langsung, sehingga posisi nya cenderung ngumpet di daun ranting bawah.

Meskipun demikian soldier fly masih lebih mudah di foto dibandingkan dengan Long Leg Fly yang sangat lincah dan sangat ssnsitif, LLF masih dalam keluarga lalat. Dan lalat yang paling kebluk adalah Blue Bottles Fly atau yang dikenal dengan panggilan Laler Ijo, sehingga tidak heran jika banyak foto mata facet laler ijo ditemui di Google, karena memang cenderung mudah mendapatkan foto lalat jenis ini, hingga jarak tembak 5 cm pun tidak terbang.

Keunikan forografi serangga adalah kesabaran dalam membidik dan tantangan mempelajari tingkah laku, kebiasaan dan pola hidup serangga yang akan di foto, karena serangga tak seperti fotomodel yang bisa diarahkan oleh pengarah gaya. (Dhy)

Lady Bug – Kepik yang Macro Friendly

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *