Setiap kali selesai sesi foto di kebon sebelah rumah, hal selalu menjadi pertanyaan di dalem pikiran “mau upload yang mana ya, yang detail atau yang komposisi nya bagus”. Dan biasanya keputusan yang saya ambil adalah menyesuaikan kondisi media upload, atau sesuai permintaan teman-teman yang suka bikin quotes pake foto-foto saya.

image

Saat eksekusi foto di atas, hal yang ada di pikiran saya adalah buat bahan Bully Jones alias jomblo ngenes yang kira-kira ceritanya udah putus asa nyari jodoh hingga sampai diujung jalan mulai ada pikiran untuk terjun ke jurang, sehingga saya sisakan banyak ruang kosong untuk menggambarkan kondisi tersebut, juga bisa digunakan untuk space tulisan jika akan ditambahkan quotes.

image

Dan foto laba-laba saya ambil dengan jarak yang sangat dekat sehingga bisa nampak lebih besar dan detail, hal ini berbeda dengan foto sebelumnya. Karena saya memang ingin menonjolkan detail wajah dan anggota badan bagian depan dari laba-laba ini.

Agar tidak menyesal saya selalu mengambil foto serangga mulai dari jarak yang agak jauh (sekitar 30 cm) menggunakan lensa macro 100 mm, dan selama serangganya belum kabur lari atau terbang, saya akan terus mendekati hingga jarak tembak sekitar 5 cm, dengan tambahan Raynox DCR-250.

image

Foto diatas saya hanya menggunakan lensa 100 mm Macro, dengan jarak tembak sekitar 30 cm. Dengan setting Kamera sebagai berikut :
Mode Av, Aperture F11, Speed 1/125 sec, Iso-1600, AWB, Manual Focus, Jam 9 pagi, Natural Light, Hand Held.

image

Sedangkan foto ini saya ambil dengan lensa Macro 100 mm ditambah Raynox DCR-250, dengan jarak tembak sekitar 10 mm, adapun setting pada Kamera sebagai berikut :
Mode Av, Aperture F11, Speed 1/69 sec, Iso-1600, AWB, Manual Focus, Jam 9 pagi, Natural Lighting, Hand Held.

Dengan tambahan Raynox menyebabkan shutter speed drop, sehingga tangan harus ekstra hati-hati agar tidak shaking, selain shutter speed drop, area fokus pun menjadi sangat sempit, sehingga cukup sulit mencari fokus ke area mata serangga, saya menggunakan manual focus, dengan ring focus di posisi 1:1, lalu  kamera dan badan saya yang bergerak maju mundur untuk mencari fokus tepat di mata serangga.

Raynox saya gunakan untuk mendapatkan perbesaran yang lebih baik, sehungga detail dari serangga akan terlihat lebih jelas. Uniknya, detail badan, wajah, mata dan ekpresi serangga tidak bisa terlihat di view finder atau LCD DSLR, namun saat lihat di komputer barulah akan merasakan kebesaran Sang Pencipta yang meciptakan makhluk kecil ini dengan sangat detail. (Dhy)

Macro Serangga : Antara Detail dan Komposisi

Post navigation


2 thoughts on “Macro Serangga : Antara Detail dan Komposisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *