Olahraga lari atau yang sekarang dikenal dengan sebutan jogging dan yang melakukan dipanggil dengan jogger adalah olahraga yang usianya sangat tua, bahkan dalam sebuah cerita sejarah kehidupan Nabi pun olahraga ini banyak disebut, salah satunya adalah ketika Nabi berlomba sprint dengan istrinya.

Olahraga lari adalah olahraga yang sangat sederhana, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, bahkan ada salah seorang sahabat di Jakarta Selatan yang jogging mulai jam 3 pagi sampai menjelang adzan subuh, mungkin olahraga sambil ronda.

Olahraga lari bisa dilakukan oleh siapa saja, tak kenal usia, kelas ekonomi, gender, semua bisa melakukan olahraga ini, dengan intensitas dan kecepatan yang disesuaikan dengan kondisi tubuh, bahkan ada sebagian artikel yang menyarankan ketika seseorang flu ringan, maka jogging bisa menjadi salah satu solusi.

Olahraga lari adalah olahraga yang paling murah, tak butuh iuran bulanan, tak butuh kartu keanggotaan, tak perlu membayar trainer tak perlu peralatan yang mahal, bisa dengan kaos dan celana seadanya, bahkan tanpa alas kaki pun olahraga ini bisa dilakukan, malahan ada salah satu beladiri khas Indonesia yang mengharamkan penggunaan alas kaki saat lari pemanasan sebelum berlatih beladiri.

Perlengkapan Joging

Tapi sebentar, nampaknya paragraf terakhir hanya berlaku hingga awal tahun 2000-an, nampaknya paragraf terakhir sudah tak lagi relevan dengan kondisi kekinian, betapa tidak coba saja ikut CFD (Car Free Day) baik di Jakarta maupun di Kota kelahiran saya Bekasi, lihat saja penampilan para Jogger yang sedang asik berlari bersama keluarga, pasangan, gebetan atau calon gebetan mereka, coba perhatikan dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan coba kalkulasi kira-kira berapa nilai peralatan yang dibawa untuk joging di jalan raya tanpa kendaraan bermotor. Sungguh jumlah asset yang luar biasa yang para jogger bawa untuk bisa berlari dengan nyaman dan eye catching.

Coba saja ketik “Perlengkapan Jogging” di google akan didapati beragam peralatan untuk membuat jogging menjadi nyaman dan eye catching. Gila nya Marketing bisa menyulap suatu kegiatan yang murah merintih menjadi kegiatan yang ekstra mahal. Gila nya marketing bisa menangkap celah kebutuhan orang-orang yang memiliki minat dan dana lebih terhadap hobby mereka. Gila nya marketing bisa memberikan apa yang diinginkan para jogger bahkan hanya sekedar sarung untuk meletakan ponsel mahal para jogger pun dipikirkan oleh tim Marketing. Gila nya marketing bisa menjadikan angka sepatu senilai jutaan Rupiah menjadi hal yang wajar. Gila nya marketing bisa menjadikan jogger rela membayar jutaan hanya untuk membeli jam yang bisa menghitung berapa langkah kaki per hari nya.

IMG_20160112_073747

Jadilah marketing gila yang bisa menjual barang dengan cara kreatif dan mampu menerjemahkan keinginan pasar yang masih terselubung, jadilah marketing gila yang mampu memberikan jawaban atas kebutuhan pasar dan mambahagiakan konsumen, jadilah marketing gila yang mampu mendongkrak dinamika ekonomi Indonesia ditengah badai yang katanya sedang krisis, jadilah marketing gila yang bisa menurunkan ketergantungan terhadap produk luar negeri sehingga tak bergantung pada nilai mata uang asing, jadilah marketing bijaksana yang tak hanya mencari segenggam berlian namun bisa memberikan keberkahan bagi keluarga terdekat dan bagi bangsa ini. (dhy)

Marketing Gila, Olahraga Murah Jadi Super Mahal

Post navigation


3 thoughts on “Marketing Gila, Olahraga Murah Jadi Super Mahal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *