Smart klamp akan menjadi sejarah tak terlupakan bagi mas Keis, sebuah sejarah yang hanya dialami oleh laki-laki sejati. Berbeda dengan sejarah khitan yang terjadi di era tahun 80-an, dengan metode potong gunting, dan jahit benang, kala itu perjuangan terberat adalah pada proses anastesi dan pemotongan, kini 2 proses tersebut sudah tak dirasakan sakit dengan metode khitan smart klamp.

Perlengkapan Anastesi

Perjuangan mas Keis dimulai ketika efek anastesi telah habis hingga proses pelepasan klamp. Sebuah perbedaan proses penyembuhan di era tahun 80-an adalah penggunaan obat untuk perawatan luka, di era tahun 80-an khitan identik dengan cairan antiseptik Betadine yang kandungannya adalah povidone-iodine, dan ketika itu biasanya adalah di kucurkan ke luka dibarengi dengan penggantian perban, dan proses ganti perban adalah salah satu penderitaan anak di era tahun 80-an.

Proses Khitan Smart Klamp

Namun saat ini, metode perawatan luka yang disarankan oleh dokter khitan sangat berbeda, saat klamp masih terpasang, maka perawatan luka khitan smart klamp disarankan hanya menggunakan cairan infus yang berisi NaCl, hal ini dilakukan setiap kali anak buang air kecil, untuk membersihkan luka dari urine mencegah infeksi karena bakteri yang nyangkut di luka.

Proses pembersihan menggunakan NaCl ini pun ada potensi membuat luka menjadi basah dan sulit kering, karena kontruksi klamp yang melekat dengan luka, dan juga bobot klamp yang cukup berat akan membuat posisi menggelantung dan cairan NaCl jika terlalu banyak disemprotkan dan tidak dikeringkan, akan mengumpul pada area bawah alat kelamin anak, nah inilah yang akan berpotensi proses pengeringan anak menjadi agak lama, bahkan luka terlihat putih seperti kulit yang terkena air.

Maka dalam proses membersihkan luka menggunakan cairan infus ini jangan dilakukan secara berlebihan, lakukan secukupnya, dan usahakan tidak ada cairan yang tersisa, menyangkut dan menggenang di klamp area bawah. Jangan lupa bantu proses pengeringan menggunakan kasa, nanti anak biasanya akan mengeluh, namun pastikan dengan menanyakan “sakit atau geli ?”.

Ketika klamp belum dilepas, inilah saat yang perlu perhatian lebih bagi orang tua, baik perhatian untuk perawatan luka, maupun memberikan semangat, karena inilah saat-saat terberat bagi anak, karena lagi-lagi bobot klamp yang menggelantung terutama saat anak berjalan, karena tak ada penahan bobot klamp tersebut.

Setelah klamp dilepas, anak akan lebih leluasa bergerak, karena beban yang menggelayuti sudah terlepas, selain itu proses perawatan luka juga menjadai lebih mudah. Pada tahap ini, dokter khitan menyarankan metode yang agak berbeda, selain pembersihan menggunakan NaCl atau air infus, dokter juga menyarankan perawatan luka menggunakan Betadine seperti tahun 80-an namun dengan metode yang berbeda, tak lagi di kucurin, namun dengan meneteskan ke kasa steril, lalu memeras kasa steril, sehingga cairan iodine hanya membasahi kasa steril saja, dan ini yang menghindari efek basah dan lengket pada luka khitan.

Minyak Herba Sinergi – HPAI

Hal lain yang saya lakukan untuk mempercepat proses penyembuhan luka khitan adalah dengan menggunakan minyak herbal yang telah saya gunakan sejak masa saya kuliah di tahun 2000-an. Awalanya saya menggunakan minyak herbal ini hanya untuk obar pegel, obat luar saja, namun atas saran teman yang mempelajari ilmu mengenai pengonatan herbal, bisa juga dibilang shinse, menyarankan menggunakan minyak ini untuk membantu proses penyembuhan luka khitan.

Kandungan Minyak Herba Sinergi – HPAI

Awalnya saya ragu, namun setelah saya analisa ternyata logis, dari paparan saya di atas, bahwa NaCl lebih pada berbahan dasar air, sehingga potensi membuat basah luka lebih besar. Maka atas dasar saran dari shinse tersebut, daya memadukan antara saran dokter dengan saran shinse, yaitu awalnya saya mengucurkan NaCl untuk membersihkan luka, setelah itu baru saya kucurkan minyak herbal ini. Karena berbasis minyak lebih tepatnya minyak kelapa VCO (Virgin Coconut Oil) maka ini akan menghindari potensi luka basah karena air. (Dhy)

Masa Penyembuhan Khitan Smart Klamp

Post navigation