Sensor adalah bagian yang paling sensitif pada kamera DSLR, semua fotografer pasti akan sangat menaruh perhatian pada bagian yang satu ini. Namun namanya juga pekerja lapangan, kalo lagi ngejar berita, atau sedang asyik moto pemandangan sambil gota ganti lensa, debu kecil secara tidak sadar akan masuk ke dalam kamera, dan bisa jadi akan menjadi noda kecil di sensor kamera DSLR.

Mengindikasikan apakah sensor kita ada kotoran atau tidak sebenarnya sangat mudah, ketika melihat ke view finder atau ke live view saat akan moto, akan terlihat sebuah titik yang tetap di satu posisi saja, terutama jika memang setelah gonta-ganti lensa namun posisi kotoran tersebut tetap di satu posisi saja.

Jika terlihat ada sebuah titik debu ketika mengintip view finder hal ini bukan sebuah kepastian ada di sensor, namun ada beberapa kemungkinan diantaranya seperti yang pernah saya alami sebelumnya.

Kejaian pertama yang saya alami, pada kamera saya terlihat ada satu titik debu yang tetap di satu posisi, pada satu kejadian tidak nampak pada hasil foto dan ternyata debu tersebut ada pada view finder kamera saya, untuk kasus ini, cara membersihkannya sangat mudah, lepas eye cap, lalu bersihkan kaca view finder menggunakan lap kacamata atau lap micro fibre, dan akhirnya noda debu saat mengintip di view finder hilang, dan gambar hasil foto pun tak ada noda.

Pada kejadian yang lain, saya melihat ada debu di satu tempat yang berbeda saat mengintip view finder, lalu saya coba lakukan pembersihan dengan menggunakan menu manual cleaning, setelah memilih menu tersebut, maka mirror akan terangkat ke atas dan terkunci, lalu bersihkan sensor dengan menggunakan blower, lakukan dengan hati-hati jangan sampai ujung nozzle blower malah terkena bagian sensor. setelah saya memompa blower beberapa kali, kemudian switch off kamera, lalu saya intip lagi di view finder ternyata masih terlihat noda debu, dan pada gambar hasil foto pun ada titik noda hitam di tempat yang sama. Saya mencoba melakukan pembersihan mirror, dengan cara membuka lensa dari mountingnya, namun tidak melakukan pemilihan menu manual cleaning, setelah lensa terlepas, maka saya coba meniup mirror menggunakan blower seperti sebelumnya, lalu pasang kembali lensa, dan noda pun hilang.

Dan kejadian terakhir yang saya alami beberapa bulan ini kembali terlihat titik debu pada view finder mupun pada hasil foto, sebuah titik hitam yang berpendar namun tetap di satu posisi yang sama. Langkah pertama dan kedua di atas saya lakukan kembali, ternyata noda tak juga hilang, dan hampir dpastikan ini adalah noda pada sensor yang sudah melekat dan tak bisa dibersihkan hanya dengan blower.

Kemungkinan besar debu ini masuk saat saya moto di pantai Pakis akhir bulan lalu bersama mas Keis, saya mengganti lensa dari lensa lebar untuk moto laut, menjadi lensa tele untuk moto mas Keis yang sedang asik bermain perahu karet, dan karena hembusan angin pantai, maka pasir laut atau debu pun masuk ke dalam kamera saya, kemudian melekat di lokasi tersebut pada sensor kamera saya dan tak bisa bergeser dengan hembusan angin blower.

Noda karena sensor kotor

Awalnya saya mau cuek saja, karena titik hitam pada hasil foto tidak terlalu mengganggu, kecuali jika untuk moto objek yang agak polos, maka akan terlihat sekali. Namun saya teringat pada pesan dari salah satu senior di grup whatsapp komunitas Toekang Poto Indonesia “Kalo sensor kotor, meskipun sedikit, sebaiknya segera dibersihkan di service center resmi, kalo sudah lama menempel malah akan sulit dibersihkan dan akan menyebabkan sensor malah rusak karena lecet saat mencoba dibersihkan“.

Akhirnya saya memutuskan untuk segera membersihkan sensor saya meskipun debunya tergolong kecil, namun saya tidak mau ambil resiko jangka panjang seperti arahan di grup Toekang Poto Indonesia. Beruntungnya di Bekasi sudah beberapa tahun ini sudah ada Datascrip yang merupakan service center resmi canon, yang beralamat di Kompleks Ruko Suncity Square Blok A-30, Jl. M. Hasibuan Margajaya, Bekasi Selatan.

Datascrip Bekasi ini bisa dibilang one stop solution untuk beberapa produk terlaris saat ini, karena selain sebagai service center Canon, di sini juga sebagai service center resmi untuk produk Asus dan Lenovo, baik produk ponsel maupun laptop, dan tentu segala varian produk Canon.

Saat sata konsultasi mengenai keluhan pada kamera saya, customer service menanggapi dengan ramah dan dengan bahasa yang lugas dan jelas “Baik pak, kami akan coba cek dulu apakah sensor bisa dilakukan pemrsihan secara maksimal dan ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam, namun jika ternyata setelah pembersihan maksimal sudah dilakukan namun tidak bisa bersih, maka perlu dilakukan penggantian spare part, dan kami harus mengirim ke pusat, kami akan kabarkan setelah 1 jam ya pak“.

Pengalaman saya beberapa kali ke datascrip ini, alhamdulillah selalu melakukan proses repair sesuai SOP tidak over kill terhadap suatu masalah, namun sudah memberikan deskripsi mengenai rencana tindakan, estimasi durasi perbaikan sampai estimasi biaya, membuat pelanggan menjadi nyaman dan tenang.

Kwitansi Biaya Sensor Cleaning

Setelah 1 jam saya mendapat SMS dari datascrip, dan mengabarkan kamera saya sudah selesai dan telah berhasil dilakukan pembersihan maksimal, sehingga tidak perlu dilakukan penggantian spare part. Mengenai biaya jasa sensor cleaning senso kamera Canon EOS 6D saya seperti estimasi di awal adalah sebesar Rp. 275.000 sudah termasuk biaya PPN 10%, harga yang yang tidak bisa dibilang murah, namun sangat bisa dipastikan kualitas hasil perbaikannya.

Laporan Penyelesaian Pekerjaan

Sebagai informasi tambahan, di datascrip ini bisa melakukan pembelian asesoris kamera seperti battre, lensa atau spare part kamera lain, namun berdasarkan informasi dari customer service dan setelah saya cek, ternyata harga di sini lebih mahal daripada harga di toko kamera lain, hal ini disebabkan karena datascrip harus menambahkan biaya 10% sebagai keawajiban PPN. (Dhy)

Membersihkan Noda pada Sensor Kamera DSLR

Post navigation