Ga kebayang kalo ada seorang mahasiswa jurusan Arsitektur lulus kuliah dengan predikat summa cum laude  kemudian mahasiswa tersebut  menghakimi setiap pemilik rumah yang ia kunjungi, lantaran konsep rumah yang ia kunjungi tak sesuai kaidah desain yang ilmunya sudah khatam ia kuasai.

Hasil Karya Arsitek

Namun alhamdulillah, sepertinya tak ada arsitek seperti itu, malah biasanya jika melihat sebuah rumah yang belum ideal desainnya, maka Arsitek akan menjadikan pemilik rumah sebagai target client nya, ia akan sering silaturahim dan akhirnya akan menawarkan jasa untuk renovasi rumah, mulai dari rough design dan RAB jika deal maka akan lanjut detail desain hingga jasa pembangunan hingga rumah siap huni dengan desain yang sesuai dengan kaidah keilmuan Arsitektur tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan juga dana klien nya.

Dari pengalaman saya waktu dideketin Arsitek untuk renov rumah, prosesnya cukup panjang, mulai dari ngobrol nanya kabar, nanya keinginan dan kebutuhan renov, konsep dan ketersediaan dana. Setelah semua keinginan, kebutuhan dan kemampuan sudah saya sampaikan, pak Arsitek mulai membuatkan jawaban atas permintaan saya, lalu presentasi, dan dengan sabar menerima permintaan lanjutan dari saya sebagai client, beberapa kali revisi akhirnya deal. Proses renovasi pun berlangsung, dengan tak melupakan pekerjaan tambah kurang, pak Arsitek yang berperan sebagai konsultan menanggapi dengan sabar.

Salam hormat untuk para Arsitek yang sangat sabar melayani client nya yang hampir dipastikan bawel dan minta harga serendah mungkin.

Proses Pembangunan Gedung

Di sisi lain, saya mendengar teman dikantor curhat, karena ia baru saja (merasa) dihakimi di wall Facebook nya, perihal hukum riba saat ia pasang status akan membeli rumah dengan cara kredit ke Bank.

Aku juga paham sih dhy, kalo kredit ke Bank itu riba, tapi aku ya belum mampu Dhy. Trus yang aku bikin ga seneng, ya koq kaya terus terusan ngomongin ke aku, padahal aku tau banget dia dulu beli rumah juga kredit, dan waktu itu dia ga pernah ngomong kaya gitu. Sekarang dia udah mampu nyindir aku terus“.

Cerita Arsitek dan client nya sebenernya teringat kembali di pikiran saya, saat saya mendengar curhat ini. Andaikan teman yang mengingatkan tentang bahaya Riba berperan sebagai Arsitek dan teman saya yang mau kredit rumah sebagai client, Insya ALLOH ceritanya akan berakhir lebih Indah. (Dhy)

Menimba Ilmu lalu Menghakimi

Post navigation


2 thoughts on “Menimba Ilmu lalu Menghakimi

  1. Wah bener bgt nih mas.. konsepnya ada yg salah, ato orgnya baru belajar, biasanya yg baru belajar lebih sotoy dr yg dah banyak ilmunya. Berapi2 tanpa solusi

    Nice share gan

    1. Bukan salah sih, cuma mungkin chemistry nya aja yang belum dapet diantara keduanya untuk sebuah tujuan kebaikan 🙂 semoga keduanya bersabar dan bisa jadi sahabat di syurga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *