Pagi hari pasar tradisional memberikan pemandangan yang seksi, warna-warni sayuran, hilir-mudik calon pembeli, riuh para pedagang menyiapkan dan menawarkan dagangan, menbuat nuansa pasar sangat dinamis, di sini tak ada hal yang statis, bergerak atau rugi.

image
Quality Assurance – Pemilahan Cabe Berkualitas

Para pedagang sibuk melakukan seleksi semua barang yang dijual, butir per butir cabe di cek, yang tidak masuk standar kualitas dibuang yang bagus dikumpulkan, sehingga cabe yang di tampilkan di etalase dijamin terlihat merah seksi dan cerah merona yang akan menggoda mata calon pembeli.

image
Pembeli tetap melakukan pemilihan untuk mendapat cabe paling baik

Pedagang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pembeli, karena jika sekali saja barang yang kurang bagus sampai di tangan pelanggan, hampir bisa dipastikan pelanggan tak akan kembali di kemudian hari.

Pedagang tak pernah egois menyimpan barang bagus yang dimiliki untuk diri sendiri, barang bagus adalah untuk orang lain yang membutuhkan, bukan melulu disimpan untuk diri sendiri, dengan memberikan yang terbaik pedagang pun akan mendapatkan hal terbaik untuk dirinya.

image
Berikan yang terbaik untuk pembeli maka penjual akan mendapatkan yang terbaik

Ada seorang boss bercerita “gw punya anak buah 2 orang yang jadi andalan gw, kemaren diminta sama boss yang lain, gapapa deh gw rela ngasih” cerita si boss yang rela melepas anak buahnya demi kemajuan karir 2 anak buahnya tersebut, masih melanjutkan cerita “gw sih bangga kalo anak buah gw diperebutkan oleh orang, artinya anak-anak didikan gw berhasil dan diakui sama orang, tinggal gw bikin generasi berikutnya”.

Ada lagi seorang ustadz yang menceritakan proses perekrutan murid ngajinya, awalnya murid ngaji yang ia rekrut hidup blangksak jauh dari nilai-nilai kebaikan, hingga setelah beberapa tahun mengikuti kajian dengan ustadz, ia menjadi sosok yang sholeh dan amanah, hingga satu ketika ustadz pun rela menyerahkan murid hasil didikannya itu ke ustadz lain, untuk diberikan amanah da’wah yang lebih berat di daerah lain.

Dengan penuh keikhlasan murid pun diserahkan dan kemudian memulai mencari kembali bibit-bibit baru yang secara kasat mata terlihat blangksak namun terdeteksi potensi kebaikan dalam diri calon murid ngaji nya, yang mampu melakukan transformasi dengan tempa dan asah oleh ustadz untuk menjadi murid yang sholeh.

Jangan pernah menyimpan kebaikan untuk diri sendiri, karena sebuah kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lebih besar jika diperuntukan kepada orang lain. (Dhy)

Pasar Baru Bekasi Sumber Inspirasi

Post navigation


2 thoughts on “Pasar Baru Bekasi Sumber Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *