Sejak beberapa hari menjelang pelaksanaan tes masuk Pesantren Husnul Khotimah, yang terlihat panik dan grogi bukan mas Keis, tapi malah Ummi dan Abi nya “Duh.. Keis bisa ga ya…“, begitu juga suasana di grup whatsapp penerimaan santri baru wilayah tes Bekasi, para wali saling menguatkan satu sama lain.

Di hari pelaksanaan mas Keis terlihat ceria tak ada beban dalam wajahnya, ketemu teman-teman satu sekolah langsung lari bergabung dalam obrolan entah bertema apa, bahkan sampai 5 menit jelang dikumpulkan di lapangan untuk pengarahan pun mereka masih asyik bermain.

Ujian berrlangsung dari sekitar jam 8 pagi dan berakhir jam 10, ujian terbagi menjadi 2 sesi, ujian tulis dan sambil berjalan dipanggil bergantian untuk tes hafalan Al-Qur’an. Jelang jam 10 satu per satu peserta mulai terlihat keluar dari ruangan, selesai berjuang mengerjakan dan menjalani serangkaian tes, beberapa saat celingukan nyari mas Keis udah selesai atau belum, dan gayanya mas Keis memang ga terburu-buru, kalo masih asyik ngerjain soal santai aja. Alhamdulillah akhirnya keluar dan mas Keis menampakan wajah tersenyum sumpringah “kenapa mas ?” dan mas Keis jawab “Lega bi…“.

Mas Keis merasa lega setelah tes selesai dikerjakan, tapi tidak untuk Ummi dan Abi nya, sampai rumah Ummi nya kepo banget, langsung nanya “Soal nya di bawa pulang mas ?” dan soal aman disimpan di dalam tas. Malamnya, jelang tidur, ummi langsung melihat soal ujian yang ternyata sudah diberikan tanda silang sebagai jawaban mas Keis. Beberapa soal dan jawaban diperiksa ummi, yang pegang pensil dan kertas untuk oret-oretan ngitung ulang pertanyaan dan membandingkan jawaban.

Duh.. Jawabannya mas Keis salah” ga lama berselang “Salah lagi” sambil garuk-garuk kepala dan mengkrenyitkan dahi, “Ah udah ah ga usah di cek sampe abis deh, mending banyakin doa aja” dan akhirnya ummi pun tidur.

Sampai penantian hari pengumuman, sekitar jam 6 pagi Ummi cek WA di grup kelas mas Keis ternyata sudah riuh mengucapkan selamat bagi anak-anak yang sudah diterima dan dinyatakan lulus di Pesantren Husnul Khotimah, dan diantara nama yang diberikan selamat adalah mas Keis.

“Bi… Ini di grup rame katanya Keis lulus Husnul, coba bi cek pengumumannya” dan langsung saya cek di SMS ternyata belum ada, karena Husnul Khotimah sebelumnya menggunakan layanan otomatis SMS ketika proses pendaftaran, namun sampai jam 06.30 SMS tak kunjung datang. Saya cek website nya tak juga bisa diakses, mungkin karena traffic dari seluruh Indonesia yang coba mengakses untuk melihat pengumuman kelulusan.

Sampai akhirnya saya cek di fanspage facebook nya Husnul Khotimah, dan di sana ada link Google Drive yang ternyata berisi daftar nama santri-santri yang lulus. Scroll-scroll ke bawah, urut nama satu-satu, selesai tiga halaman di daftar nama Putra tak juga ada nama mas Keis “Ga ada mi… Salah kali itu di grup WA”.

Saya sudah melanjutkan aktifitas sementara ummi penasaran masih ngulik, sambil mencari nama teman-teman mas Keis yang lulus. Dan ga lama ummi nya teriak “Adaaa bi… ini ada nama mas Keis” dan nama itu tertulis di halaman 22 dari total 35 halaman file PDF yang di download dari Google Drive.

Setelah saya amati, ternyata lembar pengumuman kelulusan tersebut terbagi menjadi beberapa bagian antara lain :

  1. Daftar santri lulus ujian masuk MTS Putra Ponpes Husnul Khotimah 1 (Manis Kidul) : 96 santri
  2. Daftar santri lulus ujian masuk MTS Putri Ponpes Husnul Khotimah 1 (Manis Kidul) : 288 santri
  3. Daftar santri lulus ujian masuk MTS Putra Ponpes Husnul Khotimah 2 (Pancalang) : 256 santri
  4. Daftar santri lulus ujian masuk Kelas 10 MA Putra Ponpes Husnul Khotimah : 96 santri
  5. Daftar santri lulus ujian masuk I’dad MA Putra Ponpes Husnul Khotimah : 34 santri
  6. Daftar santri lulus ujian masuk Kelas 10 MA Putri Ponpes Husnul Khotimah : 96 santri
  7. Daftar santri lulus ujian masuk I’dad MA Putra Ponpes Husnul Khotimah : 34 santri
Pengalaman Tes Masuk Pesantren Husnul Khotimah

Post navigation


Leave a Reply