IMG_3908

Tiga puluh tahun lebih bolak balik perlintasan kereta api bulak kapal di jalan Makam Pahlawan Bekasi Timur, dari sejak duduk di bangku SD setiap kali lewat perlintasan kereta ini, selalu menatap seorang bapak yang menjaga perlintasan kereta ini, karena dari tahun 80-an hingga kini tahun 2015, perlintasan kereta api ini tak dilengkapi palang pintu otomatis.

Sejak SD sudah penasaran tapi baru di akhir bulan Oktober tahun 2015 saya memberanikan diri menyapa dan berbincang dengan bapak tua penjaga rel kereta ini.

IMG_3842Saat menghampirinya, duduk disampingnya, di tempat duduk panjang yang terbuat dari rel kereta bekas, ambil menyapa :

Me : “Assalamualaykum beh, sehat beh ?”

Babeh : “Alhamdulillasehat, cuma tangan aja ini agak kesemutan”

Me : ” Babeh masih keliatan seger, emang sekarang umur berapa beh ?”

Babeh : “sekarang umur 78, saya lahir tahun 1938”

Me : oia, nama babeh siapa..? Saya adhy beh, tetangga nya pak Haji Kosim”

Babeh : “nama saya Kusnadi, oia kalo Haji Kosim sih saya kenal”

IMG_3844

Dan kami pun lanjut berbincang sambil saya duduk disampingnya, di tempat duduk panjang yang terbuat dari rel kereta bekas, meski pertama kali ngobrol namun sambutan dan tatapan hangat sangat terasa dari pak Kusnadi. (dhy)

Penjaga Rel Kereta Bulak Kapal Bekasi

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *