Alhamdulillah tahun ini sudah masuk tahun ke-5 dimana berat badan saya berkisar antara 79~82 Kg, setelah sebelumnya pernah berkisar di angka 95~102 Kg, sebuah angka-angka fantastis dalam kehidupan saya. Di saat diet ketat, berat badan terendah yang pernah saya capai adalah 74 Kg, masih kurang sedikit jika harus mencapai berat badan ideal karena tinggi badan saya sekitar 172 cm.

Meskipun belum mencapai berat badan ideal, namun saat di posisi 74 Kg sudah banyak menuai protes baik dari keluarga maupun dari teman-teman di sekitar saya, dan akhirnya saya menaikan hingga angka 80-an.

Apa alasan saya sehingga memutuskan untuk Diet ?

Saya memulai diet ketika almarhum orangtua saya harus diamputasi satu jari kakinya karena diabetes. Sejak kejadian ini saya mulai berfikir, saya memiliki resiko yang sama, meskipun sebagian pendapat masih diperdebatkan apakah diebetes adalah penyakit turunan atau bukan.

Tempe Goreng

Yang pasti, setelah saya merenung, memang pola makan keluarga kami mendukung ke arah tersebut, sehingga meskipun bukan karena keturunan diabetes bisa saya alami karena pola makan dengan banyak nasi putih, hobi mie instant dan mie goreng tek-tek, kue dan minuman manis, serta tentu saja bakwan yang selalu menggugah selera ketika melihatnya.

Lalu bagaimana langkah jika ingin memulai diet ?

1. Tentukan target, alasan dan tujuan bagi diri sendiri alasan utama akan memulai diet.

Hal yang menjadi trigger bagi saya adalah keinginan kuat tak ingin menjadi penderita diabetes di hari tua dan target yang saya tetapkan ini akan memaksa saya untuk melakukan diet sepanjang hidup saja, sehingga ini akan menjadi target diet jangka panjang.
Mengutip kata-kata Ade Rai “Diet adalah gaya hidup seumur hidup”.

Menetapkan tujuan jangka panjang menjadi sangat penting, baik sebagai tekad awal memulai diet, maupun untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan diet.

2. Tentukan turning-point (titik balik) untuk memulai

Turning point-lah membuat tekad saya bulat dan semangat untuk menjalankan diet yang menurut saya ketika itu adalah sebuah impian bukan di ranah dunia nyata. Turning point tersebut adalah ketika kami sekeluarga merasa shock, sedih meskipun akhirnya bisa ikhlas saat kami harus memutuskan apakah memberi izin kepada pihak rumah sakit untuk melakukan amputasi jari kaki bapak kami. Dengan kejadian ini, saya langsung bertekad untuk menjaga kadar gula darah di dalam tubuh saya, dan tentu dengan cara diet, sedangkan menjadi lebih ringan berat badan adalah sebuah efek samping dari prose diet, bukan menjadi tujuan utama.

Ramadhan juga bisa menjadi turning point untuk memulai diet, dengan pola makan yang sudah terbentuk selama sebulan, bisa dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya. Konsep berbuka puasa yang sehat dapat terus dilanjutkan pada pola makan di bulan berikutnya (baca : Menu Buka Puasa Sehat Cegah Diabetes). Terutama pada saat sarapan dan secara umum ketika merasa lapar, dan konsep konsumsi makanan dengan kadar gula rendah atau dengan nilai GI rendah untuk mencegah diabetes.

3. Bicarakan dengan keluarga untuk mendapatkan dukungan penuh

Di awal saya diet, istri dan keluarga terlihat kaget dengan pola makan saya yang berubah drastis, yang dulu menjadi petugas sapu bersih meja makan, menjadi sangat perhitungan ketika mau memakan sesuatu. Bahkan istri saya sempet cemberut, karena ia sudah masak makan malam spesial namun saya tidak mau makan malam, karena saat itu belum ada kesepakatan dan pemahanan serta pengetahuan saya mengenai pola diet yang masih sangat terbatas.

Ada lagi mertua saya yang selalu cemberut karena saya kalo makan selalu ngambil nasinya dikit banget “Dhy.. masakannya ga cocok ya..?“.

Dengan memberikan pemahaman kepada keluarga terdekat, akan membuat diet kita lebih ringan dijalankan, termasuk pada teman-teman dekat, yang bisa mengingatkan ketika khilap makan bakwan kebanyakan saat meeting.

Dengan tiga hal tersebut, mudah-mudahan bisa membantu mempermudah dalam memulai diet dan menjaga konsistensi dalam berdiet, bukan hanya diet sesaat. Karena mau tidak mau, suka atau tidak suka, jika sudah memulai diet kemudian berhenti mendadak, akan ada fenomena “Yoo Diet”dimana berat badan bisa jadi lebih gila dibanding saat mulai diet. Jangan lupa untuk terus memperluas pengetahuan mengenai alternatif-alternatif pilihan metode diet, tidak usah saklek dengan satu metode dan mencela metode lain. Pilih satu metode untuk dijalankan secara konsisten, atau memadukan beberapa metode diet seusi dengan kemampuan diri sendiri. Jangan terlalu ketat dan kejam terhadap diri sendiri, pilih cara diet yang paling nyaman, karena ini adalah gaya hidup seumur hidup. (Dhy)

Ramadhan Saat Tepat Memulai Diet

Post navigation