Ridwan Adi Wijaya yang dikenal sebagai salah satu pemusik bawah tanah senior di Kota Bekasi yang tergabung dalam grup band trash punk Garputala. Pagi ini di sebuah grup WA Punkajian yang isinya anak-anak Punk dan Metal yang mulai mau mendalami agama Islam, ramai diskusi membahas bang Ridwan karena salah satu anggota grup tersebut semalam ngobrol dengan bang Ridwan dan ia mendapat cerita tentang perjuangannya mendirikan kedai kopi yang bernama BeKopi, yang merupakan kedai kopi milik bang Ridwan yang terletak di area perempatan Rawa Panjang Bekasi.

Ridwan Gitaris Garputala
Ridwan – Gitaris Garputala

Masih teringat kondisi ekonomi global yang mengalami penurunan dan bisa disebut sebagai fenomena krisis ekonomi global, efeknya sangat luar biasa tak hanya menghantam bisnis skala dunia, namun tak pandang bulu sampai salah satu teman saya harus gulung tikar dari dagang kue martabak karena daya beli masyarakat turun drastis (baca : Hadapi Krisis Tukang Pukis Putuskan Segera Menikah).

Ternyata efek ekonomi global ini dialami pula oleh bang Ridwan yang kala itu bekerja di sebuah bank di Indonesia, yang saat itu ia memiliki 7 orang bawahan, karena kondisi perbankan yang juga ikut melemah, sehingga pihak bank tempat bang Ridwan bekerja memangkas bawahannya untuk diputus hubungan kerja alias PHK untuk memangkas biaya operasional bank tersebut.

ridwan-bebek-1

Perang batin dari seorang Thrash Punk senior terjadi dalam dirinya, ia tak mau memutus hubungan kerja 5 orang bawahannya, dalam batinnya ia memilih dirinya saja yang dipecat dibanding 5 orang bawahannya harus kehilangan pekerjaan. Kegalauan terus terjadi, hingga ia pulang ke rumah orang tuanya, dan kemudian ia bercerita kepada ibunya.

Dalam kegalauan, ibu bang Ridwan bercerita “Sebenernya kalo ibu dari dulu berharap, anak-anak ibu tidak ada yang bekerja di Bank, karena takut ndak berkah“. Seolah melihat cahaya dalam ruang yang gelap gulita, bang Ridwan langsung tertawa dan berkata “Ternyata ini jawaban dari kegalauan hati saya, ternyata selama ini Ibu tidak meridhoi saya bekerja di Bank“.

Keesokan harinya, bang Ridwan langsung dengan langkah dan hati yang pasti menghadap atasanya dan melontarkan keputusan dirinya untuk mengundurkan diri dari Bank. Bang Ridwan tak meminta pesngon, karena sadar kondisi perusahaan sedang terpuruk, ia hanya meminta hak gaji nya saja.

Dan sejak ia berhenti bekerja, akhirnya ia memutuskan untuk mendirikan kedai kopi, dengan dana yang ada, dan bermodal networking yang ia miliki, akhirnya ada teman dekat yang mau berbagi ilmu tentang kopi dan akhirnya berdirilah keda kopi BeKopi. Kurang lebih 3 bulan ia menyesuaikan pola hidup dari seorang pekerja perbankan menjadi seorang pengusaha kedai kopi. Pelanggan BeKopi dimulai dari sahabat-sahabat dekat bang Ridwan dari komunitas musik bawah tanah, motor dan sahabat-sahabat lain, dan BeKopi yang kabarnya mengandalkan menu kopi dengan metode brewing ala Turki kini sudah memiliki pelanggan setia yang selalu memenuhi tempat duduk di malam hari untuk menikmati kopi dan saling bertukar cerita.

Malam di BeKopi
Malam di BeKopi

Meskipun secara penghasilan saat ini tidak sestabil dan sebesar ketika ia bekerja di bank, namun saat ini bang Ridwan merasakan masalah-masalah yang ada dalam kehidupannya di masa lalu mulai selesai dan mulai merasa tanang, bang Ridwan sangat yakin ini karena saat ini ia tidak hidup dan menghidupi keluarganya dari uang yang berasal dari uang panas. Kehidupan keluarga kecilnya bersama istri dan putrinya pun terasa semakin hangat dan tambah harmonis, bang Ridwan meyakini pula, hal ini karena sekarang ibu kandungnya sudah ridho dengan pekerjaannya, karena ia sudah tak lagi kerja di bank.

Teringat seorang teman saya di pabrik, yang memiliki skill engineer tingkat dunia yang pernah ditawari untuk bekerja di Singapore, Amerika bahkan Jerman namun ia menolak, karena saat ia izin kepada ibunya untuk bekerja di Amerika ibunya menjawab “Le.. Apa sih yang mau kamu cari di sana ? percuma le… anak ibu uangnya banyak, gajinya besar, tapi kalo ibu kangen sama kamu, atau sama cucu ibu, ibu susah ketemunya, jauh

Dan kini bang Ridwan mulai belajar lebih dalam untuk mengenal agamanya, rencananya bang Ridwan akan berbagi cerita inspiratif dalam event silaturahmi Punk Muslim Bekasi, yang rencananya akan diadakan pada tanggal 15 Januari 2017 selepas sholat maghrib, selain bang Ridwan pembicara yang akan hadir adalah bang John Smokers (vokalis The United Smokers) dan kang Aik (Pembina Punk Muslim Surabaya). (Dhy)

(Sumber foto : Akun Facebook Ridwan Adi Wijaya)

Ridwan “Garputala” Wijaya Tinggalkan Bank Pilih Usaha Kedai Kopi

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *