Saya sebenernya bukan orang yang suka ngulik handphone, apalagi ngulik sampe trial & error launcher. Saya juga bukan penikmat tampilan dari sebuah handphone, yang penting mudah digunakan, stabil itu sudah cukup buat saya.

Berawal dari masalah yang terjadi pada handphone Blackview BV6000 yang saya miliki, ketika waktu itu melakukan update OS menjadi dari Andoroid 6.0 Android 7.0 Nougat, BV6000 mengalami banyak masalah, yang sudah saya jelaskan dalam artikel Mengganti Launcher BV6000 -Error Andoroid 7.0.

Yang akhirnya saya mengganti launcher dari Launcher3 bawaan BV6000 menjadi Arrow Launcher yang sebelumnya sempat mencoba beberapa launcher, dan saya merasa Arrow Launcher lebih cocok untuk saya karena simple, ringan, dan mudah digunakan.

Arrow Launcer sebelum berubah (google doc)

Sampai pekan lalu, saya mendapatkan notifikasi update lewat Playstore untuk segera melakukan update Arrow Launcher. Dan setelah selesai, beberapa kali saya sempat melihat dan sempat bingung dan amnesia “Lah.. Kemaren saya pake Launcher apaan ya..?” karena hasil dari update Arrow Launcher langsung berubah nama menjadi Microsoft Launcher.

Awal install Arrow Launcher ga ngeh kalo ini adalah productnya Microsoft, yang ternyata launcher ini memang dikembangkan oleh Microsoft paska jatuhnya era Windows Phone yang sempat booming beberapa tahun lalu, meskipun booming nya tida membuat kegaduhan yang cukup kencang. Windows phone sempat menjad trend di kalangan pengguna ponsel yang ingin tampil beda dari penggunaan teknologi ponsel sejuta ummat berbasis Android.

Ternyata Microsoft tak mau menyerah dan tutup mata terhadap perkembangan plaform Andoroid, Microsoft membuat sebuah tim kecil yang ditugaskan secara serius untuk menggarap pengembangan teknologi telekomunikasi selular lintas platform, dengan pasukan khusus yang diberi nama tim Garage Microsoft.

Formasi lama Garage Microsoft di era Arrow Launcher (google doc)

Seolah Microsoft sadar bahwa jika hanya fokus pada aplikasi komputer desktop, laptop atau lainnya ia akan tertindas, karena kini sudah beralih pada penggunaan peralatan mobile.

Kembali pada kecocokan Arrow Launcher yang kini menjadi Microsoft Launcher, awalnya saya tak memiliki ekspektasi berlebihan, saya kita ini hanya perubahan nama saja, meskipun sempat bertanya dalam hati “Kenapa Microsoft tak menggunakan nama besarnya sejak awal diluncurkannya OS Andorid yang mereka kembangkan ?“.

Setelah sepekan saya menggunakan launcher anyar ini, ternyata terasa leih stabil dari Arrow, lebih responsif, terasa lebih ringan dalam menjalankan aplikasi. Yang paling saya rasakan manfaatnya adalah sudah tidak munculnya “UI system error” sehingga ini yang terasa menjadi lebih stabil dalam penggunaan BV6000 pasca update Andorid 7.0.

Selain itu, Arrow sebelumnya masih sering menyebakan aplikasi Facebook mental, yang entah karena alasan apa, meskipun setelah ebberapa kali melakukan update aplikasi Facebook terasa lebih jarang mental, namun tetep suka mental. Sepekan setelah Microsoft Launcher digunakan, keluhan ini sudah tidak terjadi lagi.

Secara tampilan tidak banyak jauh berbeda, hanya aksen biru pada beberapa tompol membuat tampilah terasa lebih cool, dan ini yang pertama kali ngeh malah mas Keis.

Dan kabarnya Microsoft Launcher ini akan semakin terasa manfaatnya jika memang termasuk pengguna aplikasi yang berbasis Microsoft, namun sayangnya saya tidak termasuk pengguna aplikasi Microsoft di BV6000 yang saya miliki.

Microsoft adalah raja di raja untuk teknologi informasi berbasis komputer, namun untuk aplikasi telepon selular dan perangkat pintar mobile, perusahaan raksasa Microsoft ini pun terlihat terengah-engah mengikut perkembangan teknologi di segmen ini.

Hebatnya Microsoft, sebagai raksasa ia tetap mau berjuang, belajar dan mengembangkan teknologi yang lahir dari bayi-bayi hasil panen dari benih yang Microsoft tanamkan di beberapa dekade di masa lalu. Microsoft mau belajar dari saudara muda, ia tak ingin nasib saudaranya Nokia terjadi di diri mereka “keep innovating or technology will destroy you, even though you are a giant in the past“. (Dhy)

 

Terobosan Microsoft Launcher di Blackview BV6000

Post navigation