Di awal saya belajar motret, mulai menggunakan kamera prosumer Lumix FZ-7, angka-angka menjadi sangat sakral bagi saya. Segitiga exposure menancap kuat bagai sebuah hukum yang tak boleh dilanggar, idealisme exposure value adalah nol terus berusaha dicapai.

Kekinian, pikiran mulai banyak teracuni dengan berbagai konsep fotografi, mulai dari yang wajar hingga yang tak lazim. Dan kini exposure value sama dengan nol hanyalah salah satu pilihan saja, saya merasa lebih bebas bereksperimen untuk membuat sebuah foto dengan exposure value mulai dari -2 sampai dengan +3 stop, lumayan jauh dari nilai normal.

image

Aturan dan konsep dasar tetap menjadi referensi awal, namun yang saat ini saya lakukan adalah sebelum menekan tombol shutter saya berusaha membuat sebuah gambar terlebih dahulu di dalam imajinasi saya, sehingga terang gelap normal, sangat gelap atau sangat terang menjadi sebuah kesengajaan, bukan sebuah kecelakaan atau kebetulan.

Gambar di atas bagi saya adalah sebuah foto yang wajar, dengan menjaga nilai EV (Exposure Value) sama dengan nol, low angle untuk mendapat refleksi, penempatan objek di sisi kanan menjadi pemenuhan rule of third (sepertiga bagian).

image

Selanjutnya saya coba membuat foto dengan EV=+2 dengan posisi back light (membelakangi sumber cahaya), refleksi dan rule of third tetap saya jaga, dan ini bukan sebuah kecelakaan, memang gambar seperti ini yang ada di imajinasi saya sebelum menekan tombol shutter pada kamera.

Berlatih adalah hal yang tak diperdebatkan, dengan latihan akan mendekatkan imajinasi kita dengan angka-angka teknis parameter kamera. Tak ada benar atau salah dalam seni melukis cahaya, semua kembali pada selera, paling tidak itulah yang ada dibenak saya saat ini. (dhy)

Tidak ada benar salah dalam Fotografi

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *