Alhamdulillah sudah sepekan terakhir mulai merutinkan kembali aktivitas olahraga sederhana yang murah meriah. Jogging menurut saya olahraga yang paling sederhana dan paling mudah dilakukan, tak perlu banyak peralatan, tak perlu menunggu teman sebagai partner seperti layaknya olahraga lain yang harus dilakukan minimal dua orang, atau lebih dan tentu jogging adalah olahraga yang paling murah.

Hmmm… Meskipun murah itu relatif, karena sekarang olahraga jogging ini lagi nge-trend, dan yang dulunya dibilang olahraga murah, tapi sekarang perlengkapan yang dipakai untuk jogging di badan seseorang jika ditotal bisa belasan hingga puluhan juta, seperti yang saya tulis di artikel Marketing Gila, Olahraga Murah jadi Super Mahal.

Saya mulai rutin melakukan olahraga jogging kembali setelah beberapa bulan terakhir berhenti total, triggernya adalah semakin bertumbuhkan angka-angka parameter degeneratif, angka kolesterol dalam darah, angka gula darah dan tentu asam urat. Pfiuhhh… meskipun awalnya sempet shock, usia masih di bawah 40 tahun tapi indikasi degeneratif sudah muncul, padahal sarapan tidak pernah makan nasi, olahraga (dulu) rajin, tapi kenapa hasil cek lab hasilnya diambang batas atas bahkan ada yang lewat.

Teringat ketika kakak berusia yang sama dengan saya saat ini, ia juga mengalami hal yang sama, angka gula darah jauh lebih tinggi dibanding hasil cek lab saya kemarin. kemarin seorang teman ngeledek “Kalo diabetes type 2 mah ya udah terima aja boss“, sebuah kalimat yang bisa membawa pikiran untuk mereview kembali penyebab naiknya gula darah, sepeti saya ceritakan di atas, bahwa kakak sayasempat memiliki angka gula darah melebihi 300 sedangkan hasil cek saya masih berada di ambang batas normal, alhamdulillah, artinya diet selama ini tidak sia-sia, karena kebayang kalo saya tidak diet, maka angka 300 bukan sebua hal yang tidak mungkin saya alami.

Faktor keturunan dan histori obesitas di masa lalu merupakan salah dua dari penyebab dibetes tipe 2, dan inilah yang memotivasi saya untuk kembali beraktifitas sehat dan coba merutinkan kembali jogging.

Jogging ini cuma masalah keinginan dan niat, di hari pertama jogging, saya putuskan untuk melakukannya setelah sholat subuh, dengan tanpa persiapan, dengan peralatan dan tempat seadanya, kaki nyeker tanpa alas kaki, jogging keliling lapangan bulutangkis fasilitas RT di samping rumah, simple, murah ga ribet.

Awal jogging hanya menargetkan bisa terus jogging tanpa jalan kaki selama 10 menit saja, dengan speed dan pace ala-ala keong di usia lanjut, yang penting tetap bergerak, dan hasilnya di putaran pertama, peringatan “heart rate is too high” sudah keluar dari VivoSmart.

Pantau terus heart rate, hindari over train

Hari kedua mulai dengan persiapan yang agak “niat” pake sepatu dan kaos kaki, durasi sedikit bertambah dari 15 menit, ditemenin si cantik Ziya yang ikut jogging walaupun ga lama kakak Ziya nge-deprok di lapangan bulutangkis sambil bilang “Abi aku capek, duduk dulu yaa..“.

Ini adalah kelebihan jogging, ga perlu banyak persiapan, ga perlu banyak peralatan, cuma niat sama kemauan. Hebatnya jogging ini bisa bikin nagih alias ketagihan, kalo bahasa kerennya mah, ketika metabolisme tubuh sudah kembali aktif, maka akan membuat aktifitas olahraga menjadi lebih mudah dan lebih stabil, kata artikel yang pernah saya baca sih gitu, cuma ya PR besar nya adalah memulai dan memaksa tubuh untuk kembali mengaktifkan metabolisme dalam tubuh, sehingga energi yang masuk dari makanan akan digunakan sebagai energi dalam beraktifitas, sedihnya kalo metabolisme tubuh melemah, maka setiap asupan makan hanya sedikit yang dirubah menjadi energi, sisanya menjadi lemak, sebagai cadangan energi yang entah kapan akan terpakai, lah wong kerjane cuma duduk di belakang komputer atau utak-utik handphone thok.

Berat di awal, karena kalo udah kelamaan ga olahraga pasti bawaannya males, ngantuk, mau geratk kebayang capeknya, maunya mager, boboan, sambil cemilin kuah rawon. Ini adalah inidikasi metabolisme tubuh melambat atau melemah, sinyal dari otak kepada tubuh hanya untuk bertahan hidup, leyeh-leyeh dan bisa terus menambah jumlah lemak sebagai cadangan energi yang entah kapan akan dirubah jadi energi, kalo nabung logam mulai mah aman, lah lemak…?

Dengan jogging secara teratur, dengan ritme gerak dan kecepatan yang stabil, dan jika memang ingin ditambah dilakukan secara bertahap dari satu sesi ke sesi berikutnya, begitu pula dengan target durasi serta jarak tempuh harus di atur secara bertahap.

Jangan sampai karena pengen eksis di sosmed, capture statistik latihan biar keren, maksa tubuh menambah speed dan memaksa menempuh jarak yang diluar proses batas tahap demi tahap. Olahraga itu harus jujur sama diri sendiri, mending dibilang speed-nya keong, daripada maksa dan akhirnya over train, jantung disko dan yang terparah bisa mengakibatkan kematian karena kerja jantung yang melewati batas maksimum.

Sehat adalah sebuah proses dan kurus adalah bonus, ketagihan jogging adalah sebuah kenikmatan, namun tetap harus jujur kepada diri sendiri terhadap batas kemampuan fisik yang kita rasakan, karena instant is nothing. (Dhy)

Tua-tua Ketagihan Jogging

Post navigation