Sudah hampir dua tahun saya tidak menyambangi gedung bersejarah di wilayah Kabupaten Bekasi ini, lokasi yang sangat strategis di sisi jalan utama yang menghubungkan antara Karawang-Bekasi, seperti puisi Chairil Anwar. Entah mengapa saya selalu tertarik melakukan sesi foto di gedung ini pada pagi hari, berbeda dengan Masjid Agung Al-Barkah yang lebih sering saya foto di waktu sore hari menjelang dan selepas sholat maghrib.

Foto Aerial - Gedung Juang Bekasi
Foto Aerial – Gedung Juang Bekasi

Saat saya posting hasil foto terakhir saya yang kali ini dengan sudut tembak yang cukup tinggi, ada salah satu teman saya di grup whatsapp berkomentar “Gedung juang nya itu baru di cat ya..?”. Alhamdulillah setelah selang hampir dua tahun, kini wajah gedung bersejarah ini nampak lebih segar dan bercahaya, karena bagian luar gedung ini baru saja di cat ulang, dengan warna yang sesuai aslinya, hingga ornamen yang berwarna emas pun tak luput dari pengecatan ulang.

Dari informasi yang saya dapatkan, proses pengecatan dilakukan oleh salah satu produsen car yang cukup terkenal di Indonesia, sebagai bagian program CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan mereka. Wajar hasil pengecatan nampak sangat cerah karena menggunakan cat dinding dengan merk terkenal.

Pada tahun 2016 ini, cukup banyak kegiatan yang dilakukan di area gedung Juang Bekasi ini, mulai dar kegiatan musik underground, musik pop, pagelaran seni tradisional Bekasi, hingga terakhir akan masuk komunitas otomotif yang akan menyelenggarakan kopdar dan baksos di gedung ini.

img_1078_1
Gedung Juang Bekasi – Sebelum Pengecatan Ulang

Hingga saat ini, belum ada penanganan secara resmi dari pihak pemerintah Kabupaten Bekasi terkait peremajaan dan konsep di masa yang akan datang terhadap salah satu situs bersejarah di Bekasi ini. Padahal gedung satu ini menyimpan begitu banyak cerita perjuangan para pejuang Bekasi dalam mempertahankan batas wilayah dari penjajah.

Tak muluk-muluk, saya hanya terbayang gedung Juang Bekasi ini bisa dikelola seperti pengelolaan bangunan bersejarah di area Kota Tua Jakarta, gedung-gedung tua di kondisikan sebagai museum sejarah di masa lalunya. Dan sepertinya konsep seperti ini sangat bisa dilakukan untuk memakmurkan bangunan Gedung Juang Bekasi.

Saat ini, halaman teras depan Gedung Juang juga sudah di pasang bata konblok, sehingga sudah layak untuk digunakan sebagai tempat kegiatan berbagai komunitas di Bekasi, meskipun di hari libur akan terlihat begitu banyak bus-bus jemputan yang parkir di sisi kiri yang berhadapan dengan bangunan yang saat ini digunakan sebagai kantor pemadam kebakaran kabupaten Bekasi.

Atap Lantai 2 - Gedung Juang Bekasi
Atap Lantai 2 – Gedung Juang Bekasi

Sisi dalam belum dilakukan peremajaan, sehingga pada sore hari masih nampak kalelawar yang terbang keluar dari atap gedung. Dan kemungkinan sampai saat ini, belum ada rencana perbaikan dan pembersihan lantai 2, karena khawatir akan membuat burung walet dan kalelawar pergi dari Gedung Juang ini, karena mereka sudah menjadi ciri dan ikon gedung tua ini.

untitled_hdr21
Kamar Depan di Lantai Bawah – Gedung Juang Bekasi

Meskipun demikian area dalam lantai bawah selalu dibersihkan sehingga masih terlihat terpelihara, nampak dari lantai kamar bawah sebelah kanan yang masih mengkilap. Proses pembersihan dilakukan oleh seorang bapak setengah tua yang sehari-hari tinggal di sisi kiri gedung ini, yang sangat mengharapkan uang parkir dari pengunjung yang datang atau melakukan sesi foto.

Tampak Belakang - Gedung Juang Bekasi
Tampak Belakang – Gedung Juang Bekasi

Bekasi punya cerita dan Bekasi adalah bagian dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Semoga peninggalan bersejarah ini mendapatkan perhatian dari masyarakat Bekasi agar Bekasi tetap lestari di tengah pemilihan kepala daerah yang sedang dalam tahap kampanye, meskipun kampanye tahun ini terasa adem ayem. (Dhy)

Wajah Baru Gedung Juang Bekasi

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *