Kali ketiga jalan-jalan ke Malang, kesempatan kali ini pergi bersama teman-teman komunitas, pergi nge-bujang. Turun di stasiun Kepanjen, setelah tiba di stasiun Kepanjen, karena malam pertama akan menginap di rumah saudara salah satu teman yang memotori piknik ini. Meskipun aktualnya kami hanya tidur sekitar 3 jam untuk kemudian berangkat menuju Bromo jam 00.00.

Setelah lelah bahagia pulang dari Bromo, salah seorang teman mendadak harus pulang karena harus mengisi pengajian di Radio Dakta Bekasi, al-hasil malam hari semua teman yang berjumlah 5 orang kembali ke Jakarta. Lumayan sibuk mencari alternatif transportasi dadakan dari Malang menuju Bekasi.

Karena untuk kondisi dadakan di musin liburan (long weekend) untuk seluruh tiket Malang-Jakarta sudah penuh, baik kereta ekonomi maupun bisnis. Untuk tiket pesawat masih tersedia, namun dengan harga yang melambung tinggi, rata-rata untuk booking dadakan semacam ini harga tiket pesawat lebih dari 1 juta rupiah.

Alhamdulillah akhirnya dapat alternatif dengan menyewa mobil Malang-Semarang, baru kemudian lanjut kereta ekonomi Semarang-Jakarta.

Sementara semua teman sudah merencanakan pulang, giliran saya yang minta izin tetap di Malang, dan kemudian saya lansgung mencari penginapan murah dan nyaman di Malang. Kondisi nge-bolang bujangan di Malang cukup banyak pilihan penginapan low cost, meskipun dengan kondisi booking ala-ala tahu bulat yang dadakan ini, mulai dari harga terendah 98 ribu rupiah, tinggal pilih mau penginapan kapsul, atau sharing bed pun tersedia.

Namun akhirnya saya jatuh pilihan pada hotel yang menyediakan kamar Junior Single Bed, Room Only tanpa sarapan. Lihat foto-foto dan review di internet minim komentar negatif, akhirnya saya putuskan booking, dengan harga 220 ribu rupiah.

Ruangan Junior

Ketika mencari lokasi Hotel agak kesulitan, karena masuk ke jalan seperti jalan perumahan kalo di Bekasi, tapi ini perumahan isinya rumah-rumah mewah peninggalan Belanda, letaknya di belakang jalan Ijen Boulevard.

Tampak Depan

First impression ketika melihat hotel yang lebih terlihat seperti home stay, karena bentuknya memang rumah tua yang besar, namun jangan takut karena meskipun tua, dari luar tidak nampak spooky, tua tapi kesan modern eropa, terawat dengan baik di pojok jalan Baluran.

Ruang Publik – Nonton TV

Masuk ke front desk, sempat tak terlihat orang, dan akhirnya ada seorang bapak muda datang sambil tersenyum, untuk mengurus check in dan tak lama mempersilahkan masuk ke kamar.

Ruang Tamu Tembus ke Ruang Makan

Ketika dalam perjalanan masuk ke kamar, melewati ruang tamu, lanjut ruang makan, terlihat juga ruang nonton TV (public area) yang tak besar seperti layaknya hotel, namun terasa homey banget, dengan furniture klasik perpaduan gaya Jawa dan Belanda. Karena rumah-rumah besar di kawasan Ijen memang kabarnya adalah rumah-rumah peninggalan Belanda, dan jalan Baluran ini masih masuk dalam kawasan Ijen.

View Lantai Depan Kamar Junior

Masuk ke kamar kelas junior single bed, saya langsung tersenyum, mengingatkan saya ketika nginep di Jepang (dengan SPD tentunya), kamar yang simple, bersih, rapih dan nyaman, cocok banget buat yang pergi sendirian.

Ruang Publik – Ruang Santai

Letak hotel tak jauh dari pusat kota Malang, jadi kalo mau keliling kota Malang masih bisa dengan jalan kaki, atau dengan ojek online kalo mau cepet. Jalan Baluran ini karena berada di perumahan mewah, jadi agak sulit nyari sarapan, karena di kepala saya pengen nyari sarapan sego pecel yang dijual oleh mbok-mbok di pinggir jalan.

Selesai jogging jam 06.30 belum nampak penjual sego pecel dan nasi rawon, ada 2 warung di pengkolan, sudah buka namun untuk rawon dan sego pecel belum tersedia. Car-cari informasi akhirnya sarapan, akhirnya saya masuk ke pasar Oro-Oro Dowo tidak jauh dari hotel, dan alhamdulillah ketemu warung di dalam pasar menjual 3 menu sekaligus, sego pecel, sego rawon dan soto daging, tentu lengkap denan pilihan tambahan lauk, dan mendol menjadi pilihan wajib sebagai tambahan menu. (Dhy)

Hotel Murah Nyaman di Kota Malang

Post navigation


Leave a Reply